Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Thread Modes
Tips Mengatasi Kebiasaan Buruk Anak
#1
Parenting atau pengasuhan anak adalah salah satu aktivitas pokok manusia yang unik. Unik lantaran kegiatannya spesifik dan berjalan tanpa tenggat waktu. Pun setiap orang tua menerapkan pola pengasuhan beragam, dengan tujuan sama yakni membentuk anak dengan kepribadian unggul, kualitas fisik prima, dan kecerdasan tinggi. Namun, ada kalanya orangtua mesti menghadapi sederetan kebiasaan buruk anak.

Oleh karena itu, parenting juga bukan kegiatan yang mudah untuk dilakukan. Dalam perjalannya, banyak tantangan yang mesti dihadapi orang tua, baik dari dirinya sendiri maupun pengaruh eksternal. Anak sebagai objek parenting juga memiliki karakter sendiri yang mesti "ditaklukkan" oleh orang tuanya. Menurut Rebecca Eanes, pendiri Positive-Parents.org, banyak orang tua yang merasa kesal dan menderita kelelahan psikis lantaran tak kuat menghadapi tantangan parenting.

Eanes pun bertanya kepada sekitar 9.000 orang tua, mengenai perilaku apa dari anak-anak mereka yang membuat mereka kesal dan kesulitan menerapkan pola asuh yang sudah disusun. Jawabannya, hampir semua orang tua menghadapi beberapa persoalan sama yakni agresi, amarah, tindakan kasar seperti melempar sesuatu, hingga merengek dan tidak mendengarkan apa kata si pengasuh.

Ini di acara mendisiplinkan anak yang miliki kebiasaan buruk

Dalam buku Positive Parenting: An Essential Guide, Eanes memperkenalkan beberapa cara baru untuk mendisiplinkan anak, yang mengarah pada pola asuh positif atau positive parenting. Berikut ini tips mengatasi empat tantangan dalam pengasuhan anak.
1. Menaklukkan anak agresif. Orang tua tentu resah ketika anaknya menunjukkan perilaku yang mengarah pada kekerasan. Menurut Eanes, yang dapat dilakukan orang tua untuk mengekang agresi anak yang pertama adalah bersikap tenang. "Pastikan bahwa kita juga tidak bertindak agresif," katanya. Dengan cara itu, kita memberi contoh cara mengendalikan reaksi. Langkah selanjutnya adalah mengeluarkan anak dari konsekuensi yang ditimbulkan tindakannya. Misalnya meminta maaf dan mengobati anak lain yang dipukul oleh anak kita. Tanyakan juga, apa yang akan dia lakukan sebagai bentuk tanggung jawab.
2. Mengatasi anak pemarah. Orang tua perlu memahami bahwa amarah adalah bentuk permintaan bantuan dari anak untuk mengendalikan emosi. Karena itu, yang harus dilakukan adalah meredakan kemarahan mereka dan mencari penyebab, mengapa dia murka. "Ketegangan emosional menjadikan anak reaktif. Hanya empati dan kasih yang bisa membantu mereka melewatinya," kata Eanes. Menurut dia kondisi ini akan berkurang saat otak mereka matang.
3. Anak cengeng dan kerap merengek. Ini adalah salah satu perilaku anak yang menjengkelkan orang tua. Eanes merekomendasikan beberapa pendekatan untuk mengatasi masalah ini. Yang pertama adalah mendengarkannya. "Seringkali anak-anak hanya perlu merasa didengar dan dipahami." Karena itu, cari alasan di balik rengekan itu. "Apakah rasa lapar, lelah, atau frustrasi? Solusinya bisa dengan gampang ditemukan. Pendekatan kedua adalah perbanyak pelukan dan tertawa. Tertawa melepaskan perasaan negatif yang sama seperti menangis atau merengek.
4. Anak yang cuek. Di era modern, kasus anak tak mendengarkan atau mengabaikan perkataan orang tua kian marak. Ironisnya, orang tua biasanya malah mengomel atau memarahi si anak. Eanes memberi beberapa solusi antara lain membangun ikatan emosional yang kuat sejak dini. "Anak-anak umumnya mau bekerja sama ketika mereka merasa dekat dan terhubung dengan orang itu." Yang kedua adalah menunjukkan kesopanan, sama seperti yang kita harapkan dari orang lain.

Reply




Users browsing this thread: 1 Guest(s)

About Ziuma

ziuma - forum diskusi dan komunitas online. disini kamu bisa berdiskusi, berbagi informasi dan membentuk komunitas secara online. Bisa juga berdiskusi dengan sesama webmaster/blogger. forum ini berbasis mybb

             Quick Links

             User Links

             Advertise