Yesterday, 06:40 AM
Halo, saya Eka, main game mobile dari Jakarta Selatan. HP saya kelas menengah dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB, sudah setahun dipakai buat PUBG Mobile dan Mobile Legends hampir tiap malam sepulang kerja, kadang ditambah satu-dua match Free Fire kalau lagi kumpul sama teman kos. Awalnya saya cuma kesal sendiri: baru tiga match, punggung HP sudah hangat dan baterai turun jauh lebih cepat daripada waktu masih baru. Teman saya bilang itu wajar karena HP sudah setahun, tapi saya merasa ada yang berubah dan saya ingin tahu bagian mana yang sebenarnya bikin boros.
Karena penasaran dan tidak mau cuma menebak, saya mulai mencatat sederhana di buku tulis. Suhu kasar saya ukur pakai termometer dapur yang ditempel di bodi belakang selama satu menit setelah match selesai, lalu saya catat sisa baterai sebelum dan sesudah main, setelan grafis yang saya pakai malam itu, apakah casing dilepas, suhu ruangan kira-kira, dan kondisi sinyal. Saya lakukan selama enam minggu, hampir tiap malam, jadi catatannya cukup banyak walau bentuknya cuma tabel tangan yang berantakan.
Hasilnya agak lucu dan beberapa bertentangan dengan dugaan saya sendiri. Casing tipis yang saya kira bikin adem justru bikin bodi lebih panas, mungkin karena panasnya tidak punya jalan keluar. Grafis Smooth dengan frame rate High ternyata lebih hemat daripada setelan Balanced yang selama ini saya pakai, dan efeknya kelihatan jelas di baterai, bukan cuma di suhu. Yang paling berpengaruh buat saya justru hal sepele: main sambil di-charge, sinyal 4G yang naik turun di kos, dan layar yang saya set terlalu terang. Setelah tiga kebiasaan itu saya perbaiki, durasi main saya balik hampir seperti HP baru, walau bodi tetap hangat juga di menit ke-40.
Catatan lengkapnya saya tulis di catatan saya biar tidak hilang, isinya tabel suhu dan pemakaian baterai per game, termasuk match yang gagal saya catat karena keasyikan main. Kalau ada yang punya pengalaman serupa dengan HP mid-range lain, boleh sharing di sini. Saya penasaran apakah pola panasnya sama atau justru beda karena chipset dan cara pabrik mengatur throttle-nya.
Karena penasaran dan tidak mau cuma menebak, saya mulai mencatat sederhana di buku tulis. Suhu kasar saya ukur pakai termometer dapur yang ditempel di bodi belakang selama satu menit setelah match selesai, lalu saya catat sisa baterai sebelum dan sesudah main, setelan grafis yang saya pakai malam itu, apakah casing dilepas, suhu ruangan kira-kira, dan kondisi sinyal. Saya lakukan selama enam minggu, hampir tiap malam, jadi catatannya cukup banyak walau bentuknya cuma tabel tangan yang berantakan.
Hasilnya agak lucu dan beberapa bertentangan dengan dugaan saya sendiri. Casing tipis yang saya kira bikin adem justru bikin bodi lebih panas, mungkin karena panasnya tidak punya jalan keluar. Grafis Smooth dengan frame rate High ternyata lebih hemat daripada setelan Balanced yang selama ini saya pakai, dan efeknya kelihatan jelas di baterai, bukan cuma di suhu. Yang paling berpengaruh buat saya justru hal sepele: main sambil di-charge, sinyal 4G yang naik turun di kos, dan layar yang saya set terlalu terang. Setelah tiga kebiasaan itu saya perbaiki, durasi main saya balik hampir seperti HP baru, walau bodi tetap hangat juga di menit ke-40.
Catatan lengkapnya saya tulis di catatan saya biar tidak hilang, isinya tabel suhu dan pemakaian baterai per game, termasuk match yang gagal saya catat karena keasyikan main. Kalau ada yang punya pengalaman serupa dengan HP mid-range lain, boleh sharing di sini. Saya penasaran apakah pola panasnya sama atau justru beda karena chipset dan cara pabrik mengatur throttle-nya.
