Forum Diskusi dan Komunitas Online
Tak Hanya Scopophobia, Inilah Jenis Ketakutan Lainnya yang Jarang Diketahui - Printable Version

+- Forum Diskusi dan Komunitas Online (https://ziuma.com)
+-- Forum: Kesehatan, Kuliner dan Hobby (https://ziuma.com/Forum-Kesehatan-Kuliner-dan-Hobby)
+--- Forum: Kesehatan (https://ziuma.com/Forum-Kesehatan)
+--- Thread: Tak Hanya Scopophobia, Inilah Jenis Ketakutan Lainnya yang Jarang Diketahui (/Thread-Tak-Hanya-Scopophobia-Inilah-Jenis-Ketakutan-Lainnya-yang-Jarang-Diketahui)



Tak Hanya Scopophobia, Inilah Jenis Ketakutan Lainnya yang Jarang Diketahui - info.sehat - 21 January 2021

Beberapa fobia yang sering Anda dengar diantaranya fobia ketinggian, tempat sempit, atau hewan tertentu. Akan tetapi, terdapat jenis fobia tak lazim yang jarang diketahui. Bahkan penderitanya pun merasa ketakutannya tidak masuk akal, namun tetap saja tidak mampu mengontrol dirinya sendiri. Salah satu fobia yang jarang diketahui yaitu scopophobia atau kecemasan berlebihan saat dipandang orang lain.

Scopophobia

Seseorang akan sangat ketakutan saat mendapatkan tatapan mata orang lain. Rasa cemas dan tidak nyaman luar biasa datang ketika menjadi pusat perhatian seperti saat berbicara di depan umum. Gejala yang muncul seperti berkeringat, gemetar, kesulitan bernapas, nyeri  dada, serta perasaan takut pingsan dan takut mati.
Bisa jadi scopophobia diakibatkan karena penyakit utama seperti sindrom Torette atau epilepsi. Pasalnya, kekambuhan penyakit tersebut memang mendapat perhatian banyak orang. Apabila tidak mendapatkan penanganan dengan baik, penderita bahkan bisa mengalami depresi. 
Ergophobia
Fobia ini ditunjukkan dengan kecemasan berlebihan terhadap pekerjaan. Ketakutan menyerang sehingga penderita pergi ke tempat kerja sangat awal atau bahkan tidak berangkat. Ketakutan juga dapat berupa kombinasi saat mengerjakan tugas pekerjaan yang diberikan, berbicara di depan elompok, atau bersosialisasi dengan rekan keja.
Berbagai ketakutan tersebut ternyata disadari penderita sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. Akibat paling fatal yang akan diterima yaitu pemutusan ikatan kerja. Ergophobia dapat diatasi dengan terapi yang dilakukan penyedia kesehatan mental. 
Somniphobia
Insomnia merupakan kondisi susah tidur yang sering Anda dengar. Sementara somniphobia yakni ketakutan ekstrim ketika akan tidur. Jenis fobia ini juga dikenal sebagai hypnophobia atau clinophobia. Bahkan ketakutan menyebabkan mimpi buruk terus menerus atau kelumpuhan saat tidur. Biasanya penderita tidak ingin ditinggalkan sendirian saat tidur.
Somniphobia disebabkan ketakutan akan adanya bencana seperti kebakaran, pencurian, atau takut mati. Bahkan bisa jadi fobia ini tidak mempunyai penyebab yang jelas. Somniphobia banyak terjadi pada anak-anak.
Caetophobia
Seseorang mengalami kecemasan terhadap rambut, seperti takut botak atau tidak ingin mendapatkan masalah pada rambut dan kulit kepala. Serangan akan muncul saat melihat rambut rontok di baju dan benda lain di sekitar, baik itu milik sendiri atau orang lain. Kejadian ini berlangsung terus menerus dalam waktu lama. Bahkan beberapa orang juga khawatir dengan rambut atau bulu hewan peliharaan.
Oikophobia
Fobia ini menunjukkan ketakutan akan rumah, berada di dalam rumah, lingkungan rumah, atau terhadap barang-barang tertentu di rumah seperti pemanggang roti, oven, lemari es, atau mesin cuci. Penderita percaya bahwa barang-barang tersebut akan membahayakan diri mereka. Kondisi ini diakibatkan pengalaman buruk yang berdampak pada emosi.
Kabar baiknya, banyak penderita oikophobia yang disembuhkan melalui terapi psikologis.
Panphobia
Ketakutan terhadap segala sesuatu atau kecemasan yang tidak diketahui pasti disebut juga panphobia. Kondisi ini menyebabkan stres pada penderitanya. Panphobia cukup menguras energi karena ketakutan terjadi sepanjang waktu dan ketidakmampuan penderita bersantai serta gagal merasa aman. Kekhawairan menyebabkan perasaan marah dan meningkatkan rasa sakit.
Ablutophobia
Penderita takut mandi atau mencuci. Ablutophobia lebih serinng terjadi pada wanita dibandingkan pria. Rasa takut akan terus menerus terjadi selama lebih dari 6 bulan. Hal ini tentunya berbeda dengan kebiasaan anak rewel saat diperintah mandi. Bahlan penderita merasa pusing, mual, menggigil atau kepanasa tiba-tiba, serta gemetar saat akan mandi atau mencuci. Akibatnya higienitas menurun dan risiko penyakit yang diakibatkan higienitas meningkat.