Forum Diskusi dan Komunitas Online
3 Minyak Sayur yang Harus Dihindari - Printable Version

+- Forum Diskusi dan Komunitas Online (https://ziuma.com)
+-- Forum: Kesehatan, Kuliner dan Hobby (https://ziuma.com/Forum-Kesehatan-Kuliner-dan-Hobby)
+--- Forum: Kesehatan (https://ziuma.com/Forum-Kesehatan)
+--- Thread: 3 Minyak Sayur yang Harus Dihindari (/Thread-3-Minyak-Sayur-yang-Harus-Dihindari)



3 Minyak Sayur yang Harus Dihindari - info.sehat - 3 November 2020

[Image: minyak-sayur.jpg]

Minyak sayur atau biasa disebut minyak nabati sering dianggap sebagai minyak sehat yang aman untuk digunakan atau dikonsumsi. Namun, jangan tertipu, minyak sayur kaya akan asam linoleat dan asam lemak omega-6 yang tinggi dan mudah teroksidasi.
 
Minyak ini berbahaya bagi tubuh dan metabolisme, dapat meningkatkan peradangan, stres oksidatif, pengaturan berat badan, dan risiko kanker. Nah, dalam artikel ini akan membahas beberapa jenis minyak sayur yang harus dihindari dan yang baik untuk Anda konsumsi.

Minyak sayur yang harus dihindari
Saat Anda menghilangkan minyak sayur atau minyak nabati dari makanan Anda, mulailah untuk menyingkirkan produk-produk berikut dari dapur Anda.
  • Minyak kedelai
Minyak kedelai adalah minyak nabati yang lumayan banyak diminati karena harganya yang sangat terjangkau. Umumnya, minyak kedelai ada pada bahan dressing salad, olesan, junk food, makanan yang dipanggang, kentang goreng, dan sebagainya.
Kedelai mengandung sekitar 55% asam linoleate, yang berkontribusi pada penambahan berat badan, peradangan dan semua masalah lain yang Anda merugikan kesehatan, serta tidak memiliki nilai gizi yang berarti. Jadi, ada baiknya untuk menghindarinya.
  • Minyak jagung
Minyak jagung mengandung banyak fitosterol, sejenis kolesterol bersi tumbuhan. Salah satu nilai jual minyak jagung adalah menurunkan kolesterol, hal itu terjadi karena fitosterol menghalangi penyerapan kolesterol di usus yang menurunkan kadar kolesterol total dan LDL.
Tetapi fitosterol memiliki banyak masalah:
  1. Kadar fitosterol yang lebih tinggi berkolerasi dengan peningkatan risiko penyakit jantung pada wanita pascamenopause.
  2. Peningkatan sitosterol-fitosterol paling umum dalam minyak sayur berkorelasi dengan kejadian koroner utama pada pria lebih berisiko tinggi.
  3. Data populasi yang besar menghubungkan kadar fitosterol dengan risiko penyakIt kardiovaskular.
Peningkatan kadar fitosterol terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Selain itu minyak jagung mengandung 57% asam linoleate, yang menjadikannya salah satu minyak yang pernah ada.
  • Minyak bunga matahari
Minyak bunga matahari merupakan salah satu minyak terburuk dari minyak nabati, karena mengandung lebih dari 60% asam linoleat. Selain itu, sebuah penelitian mengatakan bahwa minyak bunga matahari  dapat mempercepat penuaan dan meningkatkan risiko penyakit kanker.

Lalu minyak apa yang menyehatkan?
Minyak sehat adalah bagian terpenting dalam asupan Anda. The Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan untuk menambahkan minyak sehat untuk diet dan dukungan sehat berat badan serta mengurangi risiko penyakit jantung. Berikut beberapa minyak sehat yang bisa Anda pilih.
  • Minyak zaitun
Minyak zaitun memiliki asam lemak yang lebih disukai dan memiliki kandungan lemak tak jenuh tunggal yang sangat tinggi. Minyak zaitun terutama mengandung asam oleat, dengan jumlah asam linoleat dan asam palmitat yang lebih kecil.
Pada sebuah penelitian, orang yang menggunakan minyak zaitun dengan ekstra virgin atau kacang-kacangan dapat menurunkan masalah kardiovaskular, yang meliputi serangan jantung, stroke, dan kematian akibat penyakit jantung.
Selama minyak zaitun tidak dipanaskan, sifat antioksidan dalam minyak lebih tinggi daripada vitamin E. Efek antioksidan dapat memberikan perlindungan dari stres oksidatif dalam tubuh seseorang. Dengan mengurangi jenis stres biologi, hal ini dapat memperlambat atau mencegah sel tumor tumbuh dan berkembang.
  • Minyak canola
Minyak kanola pun memiliki kadar asam lemak jenuh yang rendah dan kadar lemak tak jenuh yang tinggi. Beberapa orang yang mengikuti diet dengan mengonsumsi minyak kanola memiliki kadar kolesterol total yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi makanan yang tinggi asam lemak jenuh. Selain itu, minyak kanola dapat menurunkan kadar kolesterol LDL rata-rata 17% dibandingkan yang tidak mengonsumsi.
  • Minyak alpukat
Minyak alpukat adalah pilihan yang bagus. Minyak ini tidak dimurnikan seperti minyak zaitun ekstra virgin, tetapi titik asap lebih tinggi, yang berarti dapat digunakan untuk memasak dengan api yang lebih tinggi dan bagus untuk menumis. Minyak alpukat mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda serta vitamin E. Satu sisi negatifnya adalah harganya cenderung lebih mahal. 
Jadi, mana minyak pilihan Anda? apakah minyak sayur atau minyak yang lebih sehat lainnya?