Forum Diskusi dan Komunitas Online
Risiko dan Pencegahan Viruz Zika - Printable Version

+- Forum Diskusi dan Komunitas Online (https://ziuma.com)
+-- Forum: Kesehatan, Kuliner dan Hobby (https://ziuma.com/Forum-Kesehatan-Kuliner-dan-Hobby)
+--- Forum: Kesehatan (https://ziuma.com/Forum-Kesehatan)
+--- Thread: Risiko dan Pencegahan Viruz Zika (/Thread-Risiko-dan-Pencegahan-Viruz-Zika)



Risiko dan Pencegahan Viruz Zika - info.sehat - 30 June 2020

[Image: viruz-zika.png]

Viruz zika merupakan sebuah penyakit yang dibawa nyamuk Aedes, spesies yang sama yang menyebabkan penyakit demam berdarah dan chikungunya. Berbeda dengan nyamuk yang membawa penyakit malaria, nyamuk Aedes paling aktif pada siang hari. Metode pencegahan menggunakan pelindung seperti jaring nyamuk kurang efektif, karena nyamuk dapat hidup di lingkungan dalam ruangan ataupun luar ruangan. Beberapa spesies Aedes yang dapat menularkan zika adalah Aedes albopictus dan Aedes aegypti. 

Virus zika pertama kali diidentifikasi pada kera-kera di Uganda pada tahun 1947, namun telah menyerang banyak orang di Afrika, Asia, Kepulauan Pasifik, dan Amerika Selatan dan Tengah. Gejala dari infeksi virus zika umumnya ringan. Namun, apabila seorang wanita hamil terkena virus ini dapat membawa dampak yang parah pada kehamilannya dan anak yang belum lahir. 

Komplikasi parah virus zika pada bayi baru lahir
Dalam banyak kasus, virus zika tidak menunjukkan gejala apapun. Kalaupun ada, gejala umumnya ringan dan akan hilang dalam waktu kurang dari 1 minggu. Beberapa gejala yang dapat dialami di antaranya adalah demam, ruam, sakit persendian, konjungtivitis, sakit otot, pusing, rasa sakit di belakang mata, dan muntah. Infeksi virus zika parah dan membutuhkan pertolongan kegawatdaruratan jarang ditemui. Namun, komplikasi akibat virus zika bisa sangat berbahaya, terutama pada wanita yang terkena virus ini saat hamil. Virus zika pada ibu hamil dapat menyebabkan cacat lahir yang disebut microcephaly pada bayi. Otak dan kepala bayi baru lahir akan lebih kecil dari ukuran biasanya. Keguguran, lahir prematur, dan cacat bawaan lainnya juga dapat terjadi. Dalam endemis virus zika di Brazil pada tahun 2015, ada peningkatan kasus microcephaly 10 kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ada pula laporan bahwa orang-orang mulai menderita sindrom Guillain-Barre setelah mendapatkan infeksi virus zika. Sindrom Guillain-Barre adalah gangguan autoimun langka namun serius dan mempengaruhi sistem saraf pusat. 

Risiko dan pencegahan
Bepergian ke daerah-daerah di mana virus zika merebak menjadi faktor risiko utama tertular penyakit ini. Penyakit ini umumnya menular lewat gigitan nyamuk, namun dapat pula ditularkan dari ibu hamil ke janin, melalui hubungan seks, dan juga transfusi darah. Ibu yang hamil perlu berhati-hati terhadap gigitan nyamuk, terutama apabila ia tinggal atau sedang bepergian di negara di mana zika ada. Akan lebih baik untuk menghindari rencana bepergian ke daerah-daerah tertentu saat hamil. Beberapa daerah tropis di mana banyak virus zika ditemukan di antaranya adalah Amerika Selatan dan Tengah, Karibia, Oseania, Amerika Utara, Afrika, dan Asia. 

Saat ini tidak ada vaksinasi untuk melindungi tubuh dari viruz zika. Menghindari gigitan nyamuk merupakan cara paling penting dalam mencegah transmisi. Untuk meningkatkan perlindungan terhadap nyamuk, orang-orang disarankan untuk memakai pengusir serangga (yang mengandung konsentrasi DEET lebih dari 10 persen, picaridin, minyak lemon eucalyptus, dan IR3535), mengenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang, gunakan jaring nyamuk di atas tempat tidur, dan hindari daerah-daerah yang memiliki air tenang (kuras bak air dan hindari danau atau kolam). 

Apabila Anda terinfeksi viruz zika, cobalah sebaik mungkin untuk menghindari gigitan nyamuk dalam waktu 3 minggu sejak gejala muncul. Karena nyamuk dapat menularkan virus zika tersebut ke orang lain. Anda juga harus berhati-hati dalam melakukan hubungan seks tanpa pengaman, karena hal ini dapat menularkan virus.