Forum Diskusi dan Komunitas Online
Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Delirium - Printable Version

+- Forum Diskusi dan Komunitas Online (https://ziuma.com)
+-- Forum: Kesehatan, Kuliner dan Hobby (https://ziuma.com/Forum-Kesehatan-Kuliner-dan-Hobby)
+--- Forum: Kesehatan (https://ziuma.com/Forum-Kesehatan)
+--- Thread: Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Delirium (/Thread-Yang-Perlu-Anda-Ketahui-Mengenai-Delirium)



Yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Delirium - info.sehat - 20 May 2020

[Image: delirium.jpg]
Delirium adalah sindrom klinis umum yang ditandai dengan kurangnya perhatian dan disfungsi kognitif akut. Delirium merupakan keadaan fungsi mental yang lebih buruk dari biasanya, disebabkan oleh penyakit atau semacam tekanan pada tubuh atau pikiran. Seiring berjalannya waktu, istilah delirium telah berkembang untuk menggambarkan sindrom transien, reversibel yang akut dan berfluktuasi, dan yang terjadi dalam pengaturan kondisi medis tertentu.
 
Kata 'delirium' pertama kali digunakan sebagai istilah medis sejak abad pertama Masehi untuk menggambarkan gangguan mental yang terjadi selama demam atau trauma kepala. Sejak itu muncul beragam istilah untuk menggambarkan delirium, termasuk 'keadaan kebingungan akut',  'sindrom otak akut', 'insufisiensi otak akut' dan 'enkefalopati metabolik-toksik', tetapi sampai sekarang, delirium masih masih digunakan sebagai istilah standar untuk sindrom ini.
 
Meskipun orang dengan demensia cenderung mengalami delirium, namun delirium dapat dan memang mempengaruhi banyak manula yang tidak memiliki diagnosis Alzheimer atau demensia lain. Berikut adalah beberapa fakta yang harus Anda ketahui mengenai delirium:
 
    Delirium sangat umum terjadi selama rawat inap. Delirium dapat mempengaruhi hingga setengah dari pasien yang lebih tua di rumah sakit. Faktor resiko termasuk mereka memiliki demensia yang sudah ada sebelumnya dan menjalani operasi. Mengalami delirium di masa lalu juga merupakan faktor resiko yang kuat.
 
    Delirium sangat terkait dengan hasil kesehatan yang lebih buruk. Masalah jangka pendek terkait dengan delirium termasuk jatuh dan tinggal lebih lama di rumah sakit. Konsekuensi jangka panjang dapat mencakup mempercepat penurunan kognitif, dan kemungkinan kematian yang lebih tinggi pada tahun berikutnya.
 
    Delirium sering terlewafkan oleh staf rumah sakit. Staf rumah sakit yang sibuk mungkin tidak menyadari bahwa orang yang lebih tua lebih bingung daripada biasanya, terutama jika delirium yang dialami merupakan tipe "tenang". 
 
    Delirium bersifat multifaktorial. Seringkali tidak ada satu penyebab terjadinya delirium. Sebaliknya, hal ini cenderung terjadi karena kombinasi dari pemicu seperti penyakit, nyeri, efek samping obat dan faktor resiko yaitu demensia, atau pra-demensia. Hal ini mengartikan bahwa perawatan dan pencegahan seringkali memerlukan pendekatan yang multiguna.
 
Beberapa cara untuk mengobati delirium termasuk berfokus pada lingkungan pasien.  Orang dengan delirium akan melakukan yang terbaik dalam lingkungan yang tenang. Berikut ini adalah tips untuk memberi dukungan untuk orang dengan kondisi delirium:
 
    Bantu mempromosikan tidur dan istirahat dengan mengurangi kebisingan dan gangguan.
    Yakinkan pasien dan bantu mereka memahami lingkungan.
    Jelaskan kepada pasien apa yang terjadi.
    Bawalah benda-benda yang akrab dari rumah misalnya, foto, selimut, jam tidur untuk membantu membuat pasien lebih nyaman di lingkungan yang tidak dikenal. Musik yang menenangkan juga dapat membantu.
    Berikan dorongan agar pasien bangun dari tempat tidur, namun hanya jika aman untuk dilakukan.
    Buat pasien tetap berorientasi.  Bicara tentang peristiwa terkini dan berita keluarga, karena hal ini memberikan stimulasi mental. Membaca keras-keras kepada pasien juga bisa sangat membantu.
    Pastikan pasien memiliki makanan bergizi dan tetap terhidrasi.
    Jaga agar pasien tetap terjaga di siang hari dan terkena sinar matahari serta hindari tidur siang.
    Cobalah untuk memastikan bahwa pasien mendapatkan tidur maksimum tanpa gangguan di malam hari.
 
Delirium biasanya disebabkan oleh kondisi medis lain, jadi penting untuk mengobati kondisi tersebut untuk mengobati delirium. Biasanya dokter akan memeriksa pasien dengan hati-hati seperti:
 
    Riwayat kesehatan.
    Hasil pemeriksaan fisik.
    Hasil lab.
    Penggunaan narkoba, termasuk obat bebas, obat terlarang, dan alkohol.
 
Obat-obatan untuk mengobati gejala delirium termasuk obat antipsikotik untuk mengobati agitasi dan halusinasi dan untuk meningkatkan masalah sensorik. Setelah gejala membaik, pasien tidak boleh berhenti minum obat tanpa berdiskusi dengan dokter. Sebagai gantinya, dosis harus dikurangi secara bertahap. Namun Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum Anda atau pasien lain memulai pengobatan apa pun.