Forum Diskusi dan Komunitas Online
Raih Untung Dengan Mencontek, Strategi Bisnis Modern Masa Kini - Printable Version

+- Forum Diskusi dan Komunitas Online (https://ziuma.com)
+-- Forum: Area Bebas (https://ziuma.com/Forum-Area-Bebas)
+--- Forum: Artikel Bebas (https://ziuma.com/Forum-Artikel-Bebas)
+--- Thread: Raih Untung Dengan Mencontek, Strategi Bisnis Modern Masa Kini (/Thread-Raih-Untung-Dengan-Mencontek-Strategi-Bisnis-Modern-Masa-Kini)



Raih Untung Dengan Mencontek, Strategi Bisnis Modern Masa Kini - Madiekusse - 15 January 2020

SUMBER: Raih Untung Dengan Mencontek, Strategi Bisnis Modern Masa Kini

Pada tahun 2012, Snapchat mengeluarkan fitur my story. Dalam sekejap, jumlah pengguna Snapchat naik drastis. Masa kejayaannya terhenti manakala Instagram mengeluarkan fitur Instagram Stories atau yang lebih dikenal dengan IG Story.

Dalam sekejap, Instagram mampu mengalahkan Snapchat. Menurut laporan TechCrunch, jumlah Daily active user (DAU) Instagram melonjak tinggi menjadi 250 juta warganet, mengalahkan Snapchat yang hanya 166 juta warganet.

Dibalik kesuksesannya, fitur IG Story sejatinya mirip dengan fitur my story dari Snapchat. Langkah Instagram dalam mencontek fitur Snapchat telah menjadi hal umum dalam persaingan bisnis masa kini. Sudah banyak perusahaan top dunia juga melakukan langkah serupa demi mengalahkan pesaingnya dan meraup untung.

Mengapa mencontek kerap dilakukan dalam persaingan bisnis?

Drake Bennett, seorang penulis media Bloomberg pernah menulis sebuah artikel berjudul The Imitation Economy untuk media Boston Globe yang menjelaskan mengenai fenomena saling contek dalam bisnis. Dalam artikelnya, Drake mengatakan bahwa

Indeed, what looks like innovation is often actually artful imitation — tech-savvy observers see Apple’s real genius not in how it creates new technologies (which it rarely does) but in how it synthesizes and packages existing ones.”

Perkataan diatas menunjukkan bahwa mencontek atau imitasi merupakan sebuah langkah penyempurnaan dari hal yang sudah ada. Bahkan, inovasi yang ada bisa saja bersumber dari ide yang sudah ada sebelumnya.

Inovasi dibutuhkan oleh perusahaan untuk menelurkan ide baru demi kemajuan bisnis. Namun, inovasi membutuhkan waktu yang panjang, biaya yang tidak sedikit, dan resiko kegagalan yang membayangi di belakangnya.

SUMBER: Raih Untung Dengan Mencontek, Strategi Bisnis Modern Masa Kini

Hal tersebut mengandung resiko yang besar bagi dunia bisnis. Dunia bisnis yang berkembang semakin cepat mengharuskan sebuah perusahaan untuk bergerak cepat dalam menelurkan inovasi agar mereka tidak tertinggal.

Kemajuan teknologi dan keberadaan internet juga diklaim menjadi dalang berkembangnya budaya saling contek. Dengan begitu, setiap perusahaan dapat mencontek fitur competitor mereka dengan cepat. Langkah ini minim resiko dan bisa mengoptimalkan keuntungan yang didapat.

Apakah strategi copycat akan selalu berhasil?

Secara umum, perusahaan cenderung mencontek strategi competitor mereka dan mengembangkannya menjadi strategi yang lebih baik. Langkah Instagram dalam mengembangkan IG Stories, Xiaomi yang mencontek Apple dan lainnya merupakan beberapa contoh langkah yang berhasil. Lantas, apakah strategi ini akan selalu berhasil? Jawabannya tidak.

Ada 3 alasan kenapa strategi copycat tidak akan selalu berhasil. Pertama, karena efek reverse causality. Menurut Forbes, efek reverse causality menjelaskan bahwa langkah untuk mencontek hal yang ada tidak selalu berhasil karena, apa yang mereka akan dapatkan justru adalah efek yang sama dengan apa yang sudah diraih oleh perusahaan pencetusnya.

SUMBER: Raih Untung Dengan Mencontek, Strategi Bisnis Modern Masa Kini

Kedua, keberuntungan tidak bisa dicopy. Terkadang, strategi yang ada memiliki resiko yang tinggi sehingga, ada faktor X yang dibutuhkan untuk membuatnya berhasil yakni keberuntungan. Hal yang sama tidak bisa dilakukan berulang kali terutama strategi bisnis.

Ketiga, mencontek hanya akan memberikan efek yang singkat saja. Perusahaan Anda mungkin akan mendapatkan sorotan yang besar, tapi itu hanya dalam waktu yang sebentar. Selebihnya, inovasi dan strategi tetap dibutuhkan untuk membuat perusahaan Anda tetap berdiri di tengah persaingan yang ketat.

Kesimpulan

Salah satu strategi pemasaran klasik yang ada adalah dengan menciptakan sebuah identitas agar dikenal dan selalu diingat dengan mudah. Salah satu contoh otentik adalah persaingan BMW dan Mercedes Benz.

Keduanya merupakan pabrikan mobil asal Jerman yang sama-sama memproduksi mobil mewah. Meski sama-sama bergerak di ranah yang sama, baik BMW maupun Mercedes Benz menerapkan langkah konvensional dengan membangun identitas yang kuat dari lama, sehingga, mereka tidak akan kalah, meski banyak pesaing baru yang bermunculan di pasar otomotif.

Penulis buku ternama, Breaking Bad Habits, Freek Vermeulen mengatakan bahwa perusahaan perlu melakukan observasi terhadap langkah yang ada. Selain itu, divisi Research & Development atau R & D memegang peranan penting dalam membuat sebuah inovasi untuk produk atau fitur baru.


SUMBER: Raih Untung Dengan Mencontek, Strategi Bisnis Modern Masa Kini