Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Penyebab Obesitas, Kondisi Kelebihan Berat Badan
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: cara-sehat-diet-untuk-anak-sekolah-yang-...138414.jpg]


Indeks masa tubuh (atau sering disingkat sebagai BMI) adalah perhitungan yang mengambil berat dan tinggi seseorang sebagai dasar ukuran tubuh. Pada orang dewasa, obesitas atau kelebihan berat badan dianggap sebagai BMI yang melebihi angka 30.0, ini menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). Obesitas dihubungkan dengan risiko lebih tinggi dalam menderita penyakit yang serius, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan juga kanker.

Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan hal yang umum dijumpai. Bahkan di Amerika Serikat, CDC memperkirakan bahwa lebih dari 42 persen penduduknya yang berusia di atas 20 tahun menderita obesitas pada tahun 2017 hingga 2018. Namun, BMI bukanlah segalanya, mengingat hal ini memiliki batasannya sendiri. Misalnya, menurut CDC, beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, etnisitas, dan masa otot dapat memengaruhi hubungan antara BMI dan lemak tubuh. Selain itu, BMI juga tidak membedakan antara lemak berlebih, oott, dan masa tulang, dan juga tidak menyediakan indikasi distribusi lemak apapun pada tubuh seseorang. Meskipun memiliki batasannya sendiri, BMI terus digunakan sebagai satu cara untuk mengukur ukuran tubuh.

Mengonsumsi lebih banyak kalori dibandingkan dengan jumlah yang Anda bakar lewat aktivitas sehari-hari dan olahraga, dalam waktu jangka panjang, dapat menyebabkan kelebihan berat badan. Seiring dengan berjalannya waktu, kalori berlebih akan terus menumpuk dan menyebabkan pertambahan berat badan. Namun, tidak selamanya pertambahan berat badan disebabkan oleh keluar masuknya kalori atau memiliki gaya hidup yang tidak aktif bergerak. Meskipun hal-hal tersebut memang dapat menyebabkan kelebihan berat badan, beberapa penyebab tidak bisa Anda kontrol. Penyebab kelebihan berat badan di antaranya adalah:

Genetik, yang mana dapat memengaruhi bagaimana tubuh Anda memproses makanan menjadi energi dan bagaimana lemak disimpan
Pertambahan usia, yang mana dapat menyebabkan kurangnya masa otot dan laju metabolisme yang lebih lambat, membuat bertambah berat badan menjadi lebih mudah

Kurang tidur, yang mana dapat menyebabkan perubahan hormon yang membuat Anda merasa lebih lapar dan ingin mengonsumsi makanan tinggi kalori tertentu

Kehamilan, pertambahan berat badan pada masa kehamilan akan sulit untuk dihilangkan dan akhirnya dapat menyebabkan obesitas
Kondisi kesehatan tertentu juga dapat menyebabkan pertambahan berat badan, yang mana dapat mengakibatkan obesitas, seperti:

Sindrom ovarium polikistik (PCOS), sebuah kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi wanita

Sindrom Prader-Willi, kondisi langka yang terjadi pada saat persalinan yang menyebabkan rasa lapar berlebih

Sindrom Cushing, sebuah kondisi yang menyebabkan level cortisol (hormon stres) tinggi di dalam sistem Anda

Hypothyroidism (thyroid yang kurang aktif), sebuah kondisi di mana kelenjar thyroid tidak memproduksi cukup hormon penting tertentu

Osteoarthritis (OA) dan kondisi lain yang menyebabkan rasa nyeri yang dapat mengakibatkan berkurangnya aktiviitas seseorang

Campuran faktor-faktor tertentu yang kompleks dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita kelebihan berat badan. Faktor genetik, misalnay, dapat membuat seseorang kesulitan untuk turun berat badan. Lingkungan tempat Anda tinggal atau bekerja juga dapat memengaruhi bagaimana dan apa yang Anda makan, serta seberapa aktif Anda bergerak. Anda dapat memiliki risiko obesitas yang tinggi apabila Anda tinggal di lingkungan dengan pilihan makanan sehat yang terbatas atau dengan pilihan makanan tinggi kalori yang melimpah, seperti restoran cepat saji. Faktor psikologi seperti depresi juga terkadang dapat menyebabkan kelebihan berat badan, karena beberapa orang akan beralih ke makanan untuk menyediakan rasa nyaman emosional. Obat-obatan antidepresan tertentu juga dapat meningkatkan risiko pertambahan berat badan.