Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Penyebab Penyakit Tardive Dyskinesia yang Perlu Diwaspadai
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Tardive dyskinesia merupakan gangguan yang menyebabkan gerakan-gerakan yang tidak disadari dan tidak terkendali pada bagian wajah atau bagian-bagian tubuh lainnya. Ada beberapa jenis gerakan yang disebabkan oleh gangguan tardive dyskinesia, seperti gerakan mengedipkan mata, menjulurkan lidah atau gerakan menggelengkan leher.

Secara umum, tardive dyskinesia disebabkan oleh efek samping konsumsi obat antipsikotik dan obat neuroleptik. Obat antipsikotik dan neuroleptik merupakan obat-obatan yang dikonsumsi  oleh pasien yang menderita penyakit gangguan saraf dan gangguan mental seperti skizofrenia, bipolar, demensia dan penyakit mental lainnya.

Obat antipsikotik dan neuroleptik ini bekerja dengan cara memblokir zat dopamin berlebih pada otak. Zat dopamin merupakan zat atau senyawa kimiawi pada otak yang bekerja untuk menyampaikan rangsangan atau neurotransmitter ke seluruh tubuh. Zat dopamin ini dikenal juga dengan istilah hormon bahagia.

Ada banyak sekali peran zat dopamin pada tubuh manusia. Namun, kelebihan zat dopamin dapat mengganggu keseimbangan otak dalam koordinasi dengan sel-sel lainnya. Pemblokiran zat dopamin yang dilakukan oleh obat antipsikotik dan obat neuroleptik  ini berperan untuk membantu agar komunikasi antar sel dan otot dapat berjalan lebih lancar. Namun, efek samping dari penggunaan obat ini dapat membuat seseorang mengalami gerakan tidak terkendali dan tersentak-sentak, atau disebut juga dengan gangguan tardive dyskinesia.

Sebenarnya efek samping dari konsumsi obat antipsikotik dan neuroleptik ini tidak akan muncul jika anda baru sekali mengkonsumsi obat tersebut, karena obat tersebut biasanya diresepkan oleh dokter untuk dikonsumsi dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan. Efek tardive dyskinesia ini biasanya akan muncul ketika anda mengonsumsi obat tersebut lebih dari 3 bulan dan melebihi dosis yang dianjurkan.

Beberapa obat antipsikotik yang dapat menyebabkan munculnya gejala gangguan tardive dyskinesia antara lain obat antipsikotik yang mengandung Haloperidol, Fluphenazine, Olanzapine dan Risperidone. Selain obat antipsikotik dan neuroleptik, ada juga obat lain yang dapat menyebabkan gangguan tersebut, salah satunya adalah obat yang digunakan untuk mengobati dan meredakan gejala mual dan gangguan perut lainnya.

Obat pereda mual atau gangguan perut lainnya yang juga dapat berpotensi menimbulkan gejala tardive dyskinesia antara lain obat mual Metoclopramide dan obat mual Prochlorperazine. Obat tersebut dapat memicu gangguan tardive dyskinesia apabila dikonsumsi secara rutin dan terus menerus selama lebih dari 3 bulan.

Lebih jelasnya, berikut daftar obat-obatan yang memiliki resiko menjadi penyebab munculnya tardive dyskinesia.

1.Obat antipsikotik yang masuk ke dalam golongan generasi baru seperti obat antipsikotik yang mengandung olanzapine, risperidone dan aripiprazole.

2.Obat anti muntah seperti prochlorperazine dan metoclopramide.

3.Obat yang digunakan untuk pengobatan antidepresan seperti fluoxetine, sertraline dan amitriptyline.

4.Obat anti kejang seperti phenytoin dan phenobarbital.

5.Obat anti parkinson seperti levodopa.

Selain karena penggunaan obat-obatan, gangguan tardive dyskinesia juga dapat disebabkan oleh beberapa penyakit lain. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan tardive dyskinesia antara lain:

1.Cerebral palsy

2.Penyakit atau gangguan huntington

3.Penyakit parkinson

4.Stroke

5.Gangguan yang disebabkan oleh sindrom tourette.

Itulah beberapa penyebab yang diduga dapat menyebabkan gangguan tardive dyskinesia. Jika anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.