Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Tim Medis Persib Bandung Membantu Mengobati Pemain Persiraja Banda Aceh
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: Tim-Medis-Persib-Bandung-Membantu-Mengob...a-Aceh.jpg]

Berita bola terbaru, Jumat 26 November 2021 datang dari Persiraja Banda Aceh. Pertandingan Persib Bandung vs Persiraja Banda Aceh pada pekan ke-13 Liga 1 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Rabu (24/11/2021) kemarin.

Ada kejadian yang cukup menegangkan dalam laga tersebut tepatnya pada menit ke-85. Pada menit tersebut, pemain Persiraja Banda Aceh, Ramadhan, sempat tidak sadarkan diri usai terkena bola pada bagian perutnya.

Tim medis langsung membantu dirinya beserta tim medis Persib Bandung. Seperti yang diungkapkan tim medis Persib, Rafi Ghani, dirinya langsung memproteksi leher Ramadhan dan dilarikan ke rumah sakit untuk memastikan bagian organ perutnya tidak apa-apa akibat benturan si kulit bundar. Banyak netizen yang mengkritik cara penanganan tim medis Persiraja Banda Aceh.

Salah satunya saat mengangkat perut Ramadhan dan menurut banyak orang itu membahayakan. Menurut Rafi Ghani, apa yang sudah dilakukan tim medis Persiraja Banda Aceh tidak salah. Justru yang dilakukan tim medis Persiraja Banda Aceh sudah benar.

“Saya di sana membantu juga dan sedang dibantu oleh tim media Persiraja Banda Aceh.”

“Dan saya juga itu spontanitas saja waktu melihat perut pemain itu diangkat, atletnya kelihatannya tidak bergerak.”

“Jadi saya langsung berlari secara spontan untuk membantunya,” kata Rafi Ghani.

Saat Ramadhan tergeletak dan tak sadarkan diri, Rafi Ghani sempat khawatir ada pendarahan di rongga perut. Namun setelah diobservasi ternyata tidak ada ada. Menurut Rafi Ghani, salah satu penyebab Ramadhan tidak sadarkan diri karena bola terlihat mengenai ulu hati. Di sana, lanjut Rafi, terdapat bagian pernapasan, paru-paru, dan diagframa.

"Mungkin ada trauma di bagian itu dan untuk beberapa saat pemain tidak bisa bernapas dan akhirnya kesadarannya menurun," katanya.

Bagi Rafi Ghani, hal seperti yang dialami Ramadhan bukan yang pertama kali terjadi, khususnya di Persib. Beberapa tahun lalu, I Made Wirawan dan Jendri Pitoy pun pernah pingsan saat berada di lapangan.

"Terus tahun 2018 saya juga pernah jadi dokter pendamping untuk jemaah haji, sempat ada seorang jemaah yang kena serangan jantung."

"Alhamdulillah, saya lakukan resusitasi dan alhamdulillah selamat," katanya.

"Jadi intinya, ketika menghadapi situasi seperti ini yang paling penting tidak panik, harus observasi apa yang harus kita lakukan."

"Kalau kita lihat nadinya lemah, harus langsung dilakukan resusitasi," tandasnya.