Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Tunagrahita : Pengertian, Ciri-ciri, dan Penyebab Pada Anak
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: apa-itu-tuna-grahita-1582620642.jpg]


Tunagrahita atau dikenal juga dengan nama disabilitas intelektual adalah sebutan untuk orang-orang dengan kemampuan intelektual dan IQ di bawah rata-rata. Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa. Umumnya, tunagrahita ini baru terlihat ketika seseorang berusia 18 tahun. Berikut beberapa informasi mengenai tunagrahita pada anak yang perlu Anda ketahui.

Apa Itu Tunagrahita?
Awalnya, anak-anak penderita tunagrahita dianggap memiliki kemampuan intelektual dan IQ yang rendah, berkisar di bawah 70. Sementara rata-rata anak normal memiliki IQ berkisar 85 sampai 115. Namun, lebih dari itu, anak-anak dengan gangguan tunagrahita juga kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti kemampuan belajar, mengurus diri sendiri, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan orang lain.

Sayangnya, kondisi ini baru terdeteksi ketika seseorang sudah berusia 18 tahun. Jarang terdeteksi ketika bayi baru lahir, kecuali tunagrahita yang dialami tergolong parah. Meski demikian, bukan berarti penderita tunagrahita tidak bisa belajar hal-hal baru. Mereka tetap bisa belajar, hanya saja lebih lambat dalam menguasainya dan perlu kesabaran serta ketekunan dalam mempelajari hal-hal baru tersebut.

Seberapa umum gangguan ini dialami seseorang?
Tunagrahita atau disabilitas intelektual diklaim mempengaruhi sekitar 1% dari populasi. Sementara itu, sekitar 85% dari populasi mengalami tunagrahita ringan. Kondisi ini lebih umum dialami oleh negara-negara dengan pendapatan rendah.
Baik penderita tunagrahita ringan maupun berat, mereka dapat mempelajari informasi atau keterampilan baru, meskipun sedikit lebih lambat daripada orang tanpa gangguan ini. Namun, dengan dukungan orang-orang terdekat, sebagian besar dari penderita tunagrahita bisa hidup mandiri ketika dewasa. 

Ciri-ciri Tunagrahita
Tanda-tanda anak mengalami tunagrahita biasanya muncul ketika masih bayi, tapi kebanyakan orang tua belum menyadari akan hal tersebut. Gangguan ini baru disadari ketika anak mulai masuk sekolah.

Perlu diingat bahwa ciri-ciri anak mengalami tunagrahita bisa berbeda-beda tergantung tingkat keparahannya. Beberapa anak dengan tunagrahita parah, ciri-ciri atau gejala yang ditimbulkan dapat disertai dengan gangguan kesehatan lain, seperti gangguan pendengaran dan penglihatan, gangguan pada fungsi motorik, gangguan suasana hati, dan kejang.

Memang, umumnya disabilitas intelektual ini ciri-cirinya adalah kemampuan belajar dan berkembang pada anak lebih lambat dibandingkan anak-anak seusianya. Namun, masih ada beberapa ciri-ciri tunagrahita pada anak yang perlu Anda ketahui.
Berikut beberapa ciri-ciri yang bisa kelihatan dari anak dengan kondisi tunagrahita ini.
  • Anak terlambat merangkak, berjalan, berguling atau duduk
  • Terlambat berbicara
  • Kesulitan berbicara
  • Kesulitan mengingat sesuatu
  • Lambat menguasai hal-hal dasar, seperti berpakaian dan makan sendiri
  • Tidak dapat memahami konsekuensi dari suatu tindakan
  • Masalah perilaku seperti tantrum yang meledak-ledak
  • Sulit berpikir secara logis
  • Sulit memecahkan masalah
  • Perkembangan intelektual yang kurang baik
  • Memiliki perilaku yang tidak sesuai dengan usianya
Jika orang tua melihat adanya ciri-ciri tunagrahita pada anak, maka diharapkan orang tua segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Penyebab Tunagrahita
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa penyebab tunagrahita. Namun, diduga adanya gangguan pada perkembangan otak adalah penyebab utamanya. Berikut beberapa penyebab paling umum tunagrahita atau disabilitas intelektual, yaitu:
  • Kondisi Genetik
Terkadang tanpa diketahui, orangtua dapat menurunkan gen abnormal kepada anak atau terjadi kesalahan saat gen bergabung. Jadi, bisa saja anak menerima gen abnormal atau terjadi perubahan gen saat bayi berkembang dalam kandungan.
Beberapa kondisi genetik yang mungkin dialami, seperti sindrom down, sindrom fragile X, dan fenilketonuria.
  • Masalah Selama Kehamilan atau Persalinan
Tunagrahita juga bisa disebabkan oleh adanya masalah selama hamil atau persalinan. Akibatnya, tidak ada perkembangan selama bayi di dalam kandungan.
Hal ini bisa disebabkan oleh mengonsumsi alkohol atau narkoba, malnutrisi, infeksi tertentu, atau preeklamsia.
Sedangkan komplikasi saat persalinan yang bisa menyebabkan anak mengalami tunagrahita adalah kelahiran prematur atau bayi kekurangan oksigen saat lahir.
  • Cedera Kepala
Ketika anak mengalami cedera kepala baik saat masih dalam kandungan, selama proses kelahiran maupun setelah dilahirkan juga dapat menyebabkan anak mengalami tunagrahita. Akibatnya, otak tidak bisa berkembang secara normal. Itulah pentingnya menggunakan pelindung kepala untuk menghindari cedera kepala.
  • Penyakit Tertentu dan Paparan Zat Beracun
Infeksi penyakit seperti meningitis, batuk rejan, atau campak maupun paparan zat beracun juga dapat meningkatkan risiko anak mengalami disabilitas intelektual.

Itulah beberapa informasi mengenai tunagrahita  pada anak yang perlu Anda ketahui. Ketika anak mengalami tunagrahita, orang tua diharapkan mencari tahu sebanyak mungkin mengenai kondisi ini, termasuk bagaimana cara mendampingi yang tepat. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ataupun psikolog anak untuk mendapatkan informasi yang jelas dan tepat.