Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Bahaya Obesitas pada Anak yang Harus Diwaspadai
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: waspada-penyakit-kronis-akibat-obesitas-...275538.jpg]

Obesitas yang terjadi pada anak dapat memicu berbagai masalah kesehatan, entah dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 
Maka dari itu, orang tua harus mulai mewaspadai dan memastikan anak menjalani kebiasaan baik untuk mencegah obesitas. Lalu, apa saja sih potensi bahaya yang bisa timbul akibat obesitas yang terjadi pada masa kanak-kanak? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Kapan anak dikatakan obesitas?
Cara terbaik mengetahui anak sudah masuk kategori obesitas apa belum adalah dengan berkonsultasi kepada dokter. Dokter akan melakukan kalkulasi berdasarkan index BMI atau body mass index dan juga grafik pertumbuhan anak. Selain kedua indeks tersebut, dokter mungkin juga akan mengevaluasi beberapa aspek di bawah ini untuk mengetahui potensi obesitas pada anak:
  • Riwayat obesitas di dalam keluarga
  • Pola makan atau kebiasaan makan anak
  • Tingkat aktivitas fisik yang dilakukan anak
  • Kondisi kesehatan lain yang dialami anak
  • Riwayat psikososial
  • Risiko kesehatan akibat obesitas pada anak
Berikut beberapa potensi masalah kesehatan yang bisa dialami anak apabila mengalami obesitas pada masa kanak-kanak:

1. Mengalami obesitas pada saat dewasa
Saat seorang anak mengalami obesitas di masa kanak-kanak maka mereka akan cenderung mengalami masalah kelebihan berat badan saat remaja hingga dewasa. Sekitar 80 persen remaja yang mengalami obesitas akan mengalami masalah obesitas saat masuk usia dewasa. Jika anak mengalami obesitas saat kanak-kanak, maka faktor risiko penyakit mereka akan lebih parah ketika dewasa.

2. Diabetes
Masalah berat badan berlebih juga bisa mengakibatkan gangguan toleransi glukosa, resistensi insulin, dan berujung pada penyakit diabetes tipe 2. Hal ini terkait pada kebiasaan konsumsi makanan tinggi gula dan kalori. Parahnya, diabetes bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan, hanya gejalanya yang bisa dikontrol.

3. Kolesterol dan tekanan darah tinggi
Pola makan buruk dan konsumsi makanan yang rendah nutrisi bisa memicu anak mengalami salah satu dari kondisi tersebut. Kedua kondisi ini juga menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung. Sebab keduanya bisa memicu penumpukan plak di arteri yang menyebabkan penyempitan saluran darah dan sebabkan serangan jantung atau stroke.

4. Nyeri sendi
Berat badan yang berlebihan bisa memberikan tekanan ekstra pada pinggul dan juga lutut anak. Hal ini akan menyebabkan rasa sakit bahkan cedera pada pinggul, punggung, dan lutut anak. Selain itu anak juga berpotensi mengalami masalah dengan struktur kaki dan ketidaknyamanan muskuloskeletal.

5. Masalah pernapasan
Kegemukan juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan seperti saluran udara yang tersumbat dan pembatasan di dinding dada. Kondisi ini dapat  menyebabkan sesak napas saat berolahraga. Selain itu anak juga berpotensi mengambangkan sleep apnea. Sleep apnea adalah kondisi yang menyebabkan kesulitan bernapas saat tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan anak mendengkur, sering terbangun, hingga kurang tidur. Kurang tidur bisa berdampak buruk pada tingkat konsentrasi anak saat beraktivitas.

6. NAFLD
NAFLD atau nonalcoholic fatty liver disease adalah kondisi di mana organ hati memiliki tumpukan lemak berlebih. Timbunan lemak di hati ini bisa menyebabkan jaringan parut dan juga kerusakan parah pada organ hati.

7. Masalah sosial
Selain masalah kesehatan, obesitas pada anak juga dapat menyebabkan masalah sosial. Mulai dari kecemasan, depresi, harga diri rendah, dan kualitas hidup yang rendah. Bullying dan stigma negatif terkait orang yang kelebihan berat badan sangat rentan timbulkan masalah psikologis pada penderitanya.
Itu dia beberapa bahaya obesitas pada anak. Segera konsultasi dengan dokter apabila anak memiliki masalah kelebihan berat badan untuk mencegah risiko di atas!