Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Penggunaan Sumagesic sebagai Pereda Demam
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: sumagesic.jpg]

Ketika Anda atau keluarga menderita demam, Anda pasti menginginkan dan membutuhkan sesuatu yang dapat bekerja dengan cepat dan efektif. Namun dengan banyaknya obat OTC atau over-the-counter yang tersedia seperti sumagesic, tentu Anda akan sedikit kesulitan dalam memilih obat terbaik.
Anda dapat memilih di antara dua jenis penurun demam OTC utama, yaitu acetaminophen dan obat anti-peradangan nonsteroid (NSAID). NSAID di antaranya adalah ibuprofen, aspirin, dan naproxen. Pada umumnya, tidak ada yang lebih baik dari kedua obat tersebut dalam mengatasi demam.
Namun, Anda harus membandingkan bentuk obat, efek samping, serta faktor lain sebelum memilih obat penurun demam yang bekerja baik bagi Anda dan keluarga.
Kandungan Acetaminophen dalam Sumagesic
Sumagesic merupakan merek obat untuk paracetamol atau dikenal pula dengan sebutan acetaminophen. Ini adalah jenis obat penurun demam dan pereda rasa nyeri. Tidak diketahui dengan pasti bagaimana obat jenis ini bekerja. Acetaminophen tidak menurunkan pembengkakan ataupun peradangan. Namun, obat ini kemungkinan mengubah cara tubuh Anda merasa rasa nyeri.
Obat ini juga dapat mendinginkan tubuh untuk menurunkan demam yang Anda miliki. Acetaminophen hadir dalam bentuk tablet, sirup, dan kapsul. Anda perlu mengonsumsi obat jenis tersebut, namun ada pula acetaminophen dalam bentuk “rectal suppository”. Ketika dikonsumsi sesuai dengan anjuran dokter dan petunjuk kemasan, acetaminophen seperti sumagesic umumnya aman dan dapat ditoleransi dengan baik.
Namun, dalam beberapa kasus, obat ini dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, gangguan tidur, reaksi alergi, dan reaksi kulit serius seperti ruam parah.
  • Overdosis
Karena acetaminophen banyak ditemukan di berbagai obat OTC, sangat mungkin bagi seseorang untuk terlalu banyak mengonsumsi obat ini. Hal ini dapat menyebabkan kekhawatiran overdosis. Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari 4000 mg acetaminophen dalam waktu 24 jam. Batasan in juga melibatkan acetaminophen dari banyak sumber, termasuk bentuk OTC dan resep. Agar lebih aman, hindari mengonsumsi lebih dari satu produk yang mengandung acetaminophen dalam satu waktu. Dalam kasus overdosis, hubungi dokter dan layanan kegawatdaruratan medis secepatnya.
  • Kerusakan hati
Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi acetaminophen, obat ini dapat menyebabkan kerusakan hati. Dalam kasus yang parah, kondisi ini dapat menyebabkan gagal hati, kebutuhan mendapatkan transplantasi hati, dan bahkan kematian. Hanya konsumsi satu obat yang mengandung acetaminophen dan selalu berhati-hati dalam mengikuti petunjuk dosis yang ada di kemasan produk.
  • Alkohol
Minum acetaminophen bersamaan dengan alkohol dapat menyebabkan kerusakan hati. Pada umumnya, Anda tidak boleh mengonsumsi acetaminophen seperti sumagesic apabila Anda minum minuman yang mengandung alkohol 3 kali atau lebih setiap harinya.
Hentikan konsumsi acetaminophen apabila demam Anda berubah menjadi lebih parah atau bertahan selama lebih dari 3 hari. Selain itu, hentikan penggunaan apabila Anda mengembangkan gejala baru seperti kemerahan dan pembengkakan kulit. Dalam kasus ini, hubungi dokter secepatnya. Gejala tersebut dapat menjadi sebuah tanda adanya kondisi yang lebih serius dan perlu mendapatkan penanganan, diagnosis, dan perawatan dini.

Acetaminophen seperti sumagesic dapat berinteraksi dengan obat lain. Interaksi adalah ketika sebuah zat mengubah bagaimana sebuah obat bekerja. Hal ini dapat berbahaya, dan mencegah obat bekerja dengan optimal.
Contoh obat yang dapat menyebabkan interaksi berbahaya ketika digunakan bersamaan dengan acetaminophen adalah warfarin (pengencer darah), isoniazid (obat TB), dan obat-obatan kejang tertentu seperti phenytoin dan carbamazepine. Konsultasi dengan dokter apabila demam yang Anda derita tidak kunjung turun atau berubah menjadi lebih parah.