Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Bodrexin Pilek Selesaikan Masalah Pilek Alergi
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: bodrexin-pilekalergi-rev-2210.png]


Bodrexin pilek alergi adalah obat sirup yang dapat membantu meringankan pilek karena alergi, hidung tersumbat, dan bersin-bersin dengan kandungan Phenylephrine dan Chlorpheniramine Maleate. Obat ini memiliki rasa jeruk yang sangat disukai oleh anak-anak.


Phenylephrine yang terkandung pada Bodrexin pilek dan alergi memiliki khasiat untuk meredakan gejala hidung tersumbat. Sedangkan, Chlorpheniramine maleate memiliki fungsi untuk meredakan alergi yang disebabkan oleh debu, polusi, bulu hewan, dan lainnya. 


Pilek Alergi dan Pilek Infeksi
Sakit pilek tidak hanya disebabkan oleh infeksi, tetapi juga bisa disebabkan oleh alergi sesuatu. Dalam dunia media, pilek alergi disebut dengan rhinitis alergi. Kondisi ini muncul ketika penderita terpapar oleh suatu alergen, yaitu zat atau bahan pemicu alergi, seperti debu, bulu hewan, makanan, bahkan beberapa kandungan obat.


Ketika mengalami alergi terhadap suatu zat tertentu seperti debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, atau makanan, maka sistem kekebalan tubuh akan meresponnya sebagai benda yang berbahaya bagi tubuh. 


Guna melindungi tubuh, sistem kekebalan tubuh meresponnya dengan melepaskan histamin, yaitu zat kimia yang diproduksi oleh sel-sel di dalam tubuh ketika mengalami reaksi alergi atau infeksi. Ketika histamin dan bahan kimianya masuk ke dalam aliran darah dapat menimbulkan gejala alergi pada tubuh seperti pilek dan gatal-gatal di hidung. 


Pilek alergi dan infeksi bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi obat bebas tanpa resep dokter, asal sesuai takarannya. Untuk anak-anak cobalah obat yang memang dikhususkan untuk meredakan pilek alergi dan pilek infeksi seperti Bodrexin pilek dan alergi. Namun, jika pilek alergi dan infeksi sudah sangat mengganggu, harus konsultasikan langsung ke dokter.


Perbedaan Pilek Alergi dan Pilek Infeksi
Perbedaan utama pilek alergi dan pilek infeksi adalah penyebabnya. Jika pilek infeksi disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri, pilek alergi disebabkan oleh paparan alergen. Walaupun sama-sama menyebabkan hidung meler dan tersumbat, keduanya juga memiliki gejala yang berbeda. 


Gejala pilek alergi bisa berupa: gatal di hidung, tenggorokan dan mata, hidung berair dan tersumbat, bersin-bersin, batuk, mata bengkak atau berair, sakit kepala, hingga ruam kulit atau biduran.


Sementara itu, pilek akibat infeksi memiliki gejala yang meliputi demam, nyeri tenggorokan, batuk, sakit kepala, nyeri otot, serta dapat mengeluarkan dahak yang berwarna putih, kuning, atau hijau.


Tidak hanya memiliki perbedaan pada gejala dan penyebab, waktu muncul penyakit keduanya pun berbeda. Gejala pilek alergi dapat bisa langsung terlihat segera setelah penderitanya terpapar alergen. Sementara gejala pilek infeksi baru akan muncul beberapa hari setelah terinfeksi virus dan bakteri.


Pilek karena disebabkan alergi pun bisa terjadi saat itu juga ketika penderita menghirup zat alergen. Sedangkan pilek infeksi biasa terjadi ketika musim hujan dan musim pancarobat, meskipun juga bisa terjadi di luar musim tersebut.


Baik pilek alergi maupun pilek infeksi bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, gejala pilek alergi dapat terus berlangsung selama Anda masih terpapar zat pemicu alergi. Sementara gejala pilek infeksi umumnya berlangsung selama 3-14 hari.


Pengobatan Pilek Alergi
Pilek alergi dapat langsung disembuhkan dengan mengkonsumsi obat antihistamin. Obat ini bekerja dengan cara menghambat efek histamin, zat kimia dalam tubuh yang menyebabkan reaksi gejala alergi. Salah satu obat antihistamin yang terbaru adalah fexofenadine. Bisa dibilang, ini adalah antihistamin jenis terbaru karena tidak bisa menyebabkan kantuk dan tidak mengganggu aktivitas Anda.


Obat lainnya yang biasa digunakan untuk meredakan pilek alergi adalah dekongestan. Phenylephrine merupakan salah satu obat golongan dekongestan. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan pembuluh darah di saluran hidung. Sehingga, saluran napas dapat menjadi lebih terbuka dan nafas kembali lega.


Selain Chlorpheniramine Maleat atau CTM juga biasa digunakan sebagai obat pereda gejala alergi yang dipicu oleh obat-obatan, gigitan serangga, debu, bulu hewan, atau lainnya. CTM bekerja dengan cara menghambat kerja histamin yang menyebabkan reaksi gejala alergi.


Phenylephrine maupun Chlorpheniramine Maleate bisa didapatkan pada obat Bodrexin Pilek dan Alergi. Obat ini bisa digunakan oleh anak-anak yang sedang mengalami pilek alergi. Untuk anak-anak usia 2-6 tahun harus sesuai petunjuk dokter, sedangkan untuk anak-anak usia 6-12 tahun bisa minum obat ini 3 kali sehari 2 sendok takar tanpa resep dokter.