Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Waspadai, 8 Penyebab Rambut Bayi Rontok
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: rambut-bayi-rontok.jpg]

Pernah tidak ketika Anda membelai rambut si kecil, ada beberapa rambut rontok yang Anda dapat? Atau bisa jadi, Anda cukup heran dengan adanya beberapa rambut bayi rontok yang terlihat di seprai. Umumnya, rambut bayi rontok tersebut Anda dapati ketika usia si kecil belum mencapai 6 bulan.

Rambut bayi rontok sebenarnya hal yang tidak terlalu mengkhawatirkan. Rata-rata penyebabnya juga tidak berbahaya. Jika terjadi pada bayi berusia di bawah 6 bulan, nantinya rambut bayi tersebut akan tumbuh kembali dengan sendirinya dengan kualitas yang lebih baik, seperti lebih lebat dan gelap.
Namun memang tidak bisa ditampik, ada juga beberapa penyebab rambut bayi rontok yang perlu Anda waspadai. Berikut ini adalah berbagai penyebab rambut bayi rontok yang patut Anda ketahui.

Gesekan
Jika Anda amati lebih dalam, rambut bayi rontok banyak terjadi untuk bagian belakang kepala anak. Biasanya, kerontokan yang demikian terjadi karena adanya gesekan rambut dengan benda lain. Dalam hal ini, rambut bayi rontok sering terjadi karena posisi tidur bayi yang telentang sehingga kerap bergesekan keras dengan seprai dan kasur, Nantinya, kepala bayi yang mulai botak karena rambut bayi rontok ini ini akan mulai terisi lagi ketika ia sudah aktif berguling.

Gangguan Fungsi Hormon
Jika rambut bayi rontok terjadi terus-menerus bahkan ketika ia sudah bisa berguling dan jumlahnya cukup banyak, bisa jadi hal tersebut menunjukkan adanya masalah hormon pada sang buah hati. Bayi yang kekurangan produksi hormon tiroid atau yang dikenal sebagai hipotiroidisme memang cenderung mengalami kerontokan rambut yang berlebihan.

Kelenjar Pituitari Kurang Aktif
Kelenjar pituitari adalah kunci produksi hormon di seluruh tubuh seseorang, tidak terkecuali di bayi Anda. Kurang aktifnya kelenjar kecil yang berada di bawah otak ini juga bisa menyebabkan rambut bayi rontok yang parah. Kondisi kurang aktifnya kelenjar ini dikenal dengan istilah medis hipopituitarisme.

Mencabut Sendiri
Ada kemungkinan rambut bayi rontok yang Anda khawatirkan adalah ulah dari si kecil sendiri. Pada bayi berusia di atas 6 bulan, sejumlah bayi memiliki kecenderungan mencabut rambut mereka sendiri secara kompulsif. Kebiasaan ini dikenal dengan istilah trikotilomania dalam dunia medis.

Kurap
Tidak ketinggalan bahwa penyebab rambut bayi rontok juga bisa karena infeksi bakteri. Adalah infeksi Tinea capitis yang pada akhirnya menyebabkan kurap sehingga menyebabkan rambut bayi rontok. Selain rambut rontok, ketika terinfeksi bakteri yang sangat menular ini, kepala bayi akan terlihat bersisik serta mengalami kemerahan di kulit kepala.

Kutu dan Ketombe
Kondisi ini memang jarang terjadi pada bayi yang berusia di bawah satu tahun. Tapi, teta ada kemungkinan, rambut bayi rontok akibat adanya kutu atau ketombe pada kulit kepala sang buah hati. Kutu biasanya ditularkan oleh orang-orang di sekitarnya. Sementara itu, adanya ketombe bisa jadi karena si kecil kerap berkeringat dan pengeramasan rambut tidak maksimal.

Alopecia Areata
Rambut bayi rontok juga bisa dipicu oleh adanya kelainan pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini dikenal sebagai alopecia areata. Di mana sistem kekebalan tubuh bayi menyerang dan menghancurkan sel-sel rambut yang sehat hingga menyebabkan rambut bayi rontok.

Demam
Kondisi panas tubuh bayi juga berpengaruh ke kerontokan rambutnya. Jadi, ketika anak Anda sedang demam, besar kemungkinan ia juga mengalami kerontokan rambut. Rambut rontok bayi tersebut nantinya akan terhenti sendiri seiring pulihnya sang buah hati dari demam.

Beberapa penyebab rambut bayi rontok memang tidak perlu dicemaskan. Namun, beberapa lainnya perlu konsultasi dokter. Tidak ada salahnya, menemui dokter spesialis anak jika kerontokan rambut bayi terus bertambah parah bahkan ketika usianya sudah melewati 6 bulan.