Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: 5 Fakta Miris tentang Sanitasi Wanita
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: sanitasi-adalah-poin-penting-bagi-keseha...777947.jpg]
Sanitasi wanita sangatlah penting. Secara umum, orang-orang yang jauh dari sanitasi yang mumpuni bisa mengalami penurunan kualitas hidup dan lebih rentan terkena penyakit. Lebih-lebih terhadap wanita yang memiliki siklus menstruasi tiap bulan. Adanya sanitasi wanita yang memandang menjadi urgensi yang tidak bisa ditoleransi demi kesehatan fisik dan mental.  

Anda mungkin sudah tidak aneh dengan pemakaian sanitasi wanita untuk membantu sterilisasi selama periode haid berlangsung, mulai dari pembalut sampai sabun pembersih vagina dengan kadar basa yang pas. Namun, tidak semua orang seperti Anda. 
Berikut ini adalah beraneka fakta yang cukup mengkhawatirkan tentang sanitasi wanita. Di mana satu sisi, akses sanitasi ternyata belum merata dan di sisi lain, produk sanitasi wanita untuk menstruasi ternyata menimbulkan masalah tersendiri untuk dunia. 

Minim Sanitasi Wanita ketika Menstruasi 
Anda mungkin sudah terbiasa menggunakan pembalut, tampon, ataupun menstrual cup. Namun, jangan berpikir bahwa seluruh wanita di dunia sama seperti Anda. Hampir 1 dari 3 perempuan di dunia ternyata belum tersentuh produk sanitasi wanita untuk menstruasi. Khususnya lagi di India, sekitar 36 persen perempuan menjalani periode menstruasi tanpa menggunakan pembalut. Minimnya penggunaan sanitasi wanita khusus untuk menstruasi di berbagai belahan dunia karena masih adanya anggapan bahwa keluarnya darah dalam siklus tersebut merupakan kutukan dan kotoran yang tidak boleh dilindungi. 

Kekurangan Akses Sanitasi
Itu baru sanitasi untuk menstruasi. Fakta miris lainnya, ternyata hampir 2 miliar orang di dunia tidak memiliki akses ke sanitasi dasar, seperti air bersih ataupun toilet. Wanita dan anak perempuan menjadi kelompok yang paling sulit mendapat akses sanitasi dasar tersebut. Padahal di sisi lain, wanita membutuhkan higienitas dan air bersih khususnya untuk menjaga kebersihan pada saat periode menstruasi tiba. 

Risiko Kesehatan Fisik 
Sulitnya akses sanitasi wanita pada saat menstruasi dapat menimbulkan risiko kesehatan fisik. Risiko ini dikaitkan dengan infeksi saluran reproduksi dan saluran kemih. anak perempuan dan perempuan memiliki pilihan terbatas untuk bahan menstruasi yang terjangkau. Didapati fakta bahwa perempuan yang mampu menjaga kebersihannya pada saat haid, misalnya dengan air bersih dan pembalut, bisa meminimalkan risiko terkena penyakit urogenital. Sebalikya, risiko penyakit ini akan lebih besar pada kelompok wanita yang mendapatkan akses sanitasi wanita yang buruk. 

Jutaan Sampah Tiap Tahun 
Di satu sisi, produk sanitasi wanita khusus untuk menstruasi sangat penting menjaga higienitas perempuan selama periode haid berlangsung. Namun di sisi lain, produk sanitasi wanita berupa pembalut maupun tampok telah menimbulkan sampah plastik yang luar biasa banyak. Produk menstruasi umumnya digunakan setidaknya 4-6 hari per bulan oleh kebanyakan wanita di seluruh dunia. Diperkirakan ada puluhan juta pembalut setiap tahun yang menjadi sampah. Ini merupakan ancaman besar bagi krisis pengelolaan sampah dunia. Pasalnya, pembalut mengandung plastik yang baru bisa terurai setelah 500 tahun. Karena itu, alternatif pembalut wanita berupa menstrual cup ataupun pembalut ramah lingkungan makin ditekankan belakangan ini.

Putus Sekolah karena Menstruasi 
Menyedihkan memang, nyatanya bukan hanya sanitasi wanita yang sulit diperoleh oleh perempuan yang mengalami menstruasi. Di India misalnya, hampir 23 juta anak perempuan putus sekolah. Alasannya karena mereka terpaksa membolos hingga 5 hari setiap bulan pada saat menstruasi karena tidak memiliki produk sanitasi wanita yang memadai.
Sanitasi wanita sangatlah penting, khususnya ketika periode haid itu tiba. Gerakan untuk menjaga kebersihan alat vital pun tidak boleh berkurang sedikit juga. Namun disisi lain, perlu gerakan produk sanitasi wanita yang ramah lingkungan supaya sampah plastik tidak semakin menjadi beban bumi.