Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Mapeed di Guwang
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pada hari sabtu (9/1/2016) udara di desa Guwang sangat panas, padahal sekarang ini sudah memasuki musim penghujan dan waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Tetapi panasnya udara tidak menyurutkan niat warga desa Guwang, warga dari luar desa yang kebetulan melintas, fotografer dan beberapa wisatawan luar negeri untuk menyaksikan prosesi mapeed. Mapeed di desa Guwang diadakan pada hari terakhir (nyimpen) odalan, untuk odalan di pura desa mapeed diadakan pada hari sabtu sedangkan mapeed di pura dalem pada hari selasa. Odalan di pura desa Guwang jatuh pada hari Buda Kliwon Gumbreg dan Odalan di pura Dalem tepat di hari raya kuningan.

[Image: garuda-wisnu.jpg]
Patung Garuda di Desa Guwang

Prosesi mapeed merupakan salah satu budaya dan tradisi unik di Bali yang sudah dilakukan secara turun menurun. Mapeed sendiri diartikan berjalan beriringan tidak boleh saling mendahului. Dalam pelaksanaanya mapeed masing-masing daerah atau desa berbeda-beda. Ada yang mapeed sambil membawa aturan (persembahan dalam upacara), ada juga yang hanya beriringan saja tanpa membawa aturan. Di wilayah bali utara (kabupaten Buleleng) prosesi mapeed ini biasa disebut dengan medeeng.

[Image: 23561563-10214741699360492-5433031490601938382-n.jpg]
Prosesi Mapeed

[Image: 23622339-10214741703800603-5161373128639840029-n.jpg]
Prosesi Mapeed

Di desa saya sendiri (desa Guwang) terjadi perubahan besar dalam prosesi mapeed. Dulu pada waktu saya masih kecil, jarang sekali remaja laki-laki yang mau mengikuti prosesi mapeed. Umumnya anak laki-laki yang masih kecil masih mau ikut mapeed tetapi setelah mereka beranjak dewasa tidak mau lagi iku mapeed. Jadi pada saat itu peserta mapeed adalah para wanita (dari anak-anak sampai dewasa) ditambah beberapa anak laki-laki. Mereka umumnya malu karena tidak ada laki-laki dewasa yang ikut mapeed. Beberapa tahun yang lalu mulai terjadi perubahan, anak laki-laki mulai yang masih kecil sampai dewasa secara kompak ikut dalam prosesi mapeed, jadi tidak ada alasan malu tidak ada teman mapeed untuk laki-laki. Saya sendiri sempat ikut sekali mapeed, kurang lebih itu sudah lima tahun yang lalu.

Berikut ini beberapa photo mapeed di desa Guwang (9/1/2016), momen ini diabadikan oleh Imade JabBon (https://www.facebook.com/jimade1)
 
[Image: 23519353-10214741702600573-5236699221116701303-n.jpg]
Mapeed di Guwang

Photo diatas saya ambil dari facebook fotografer yang mengabadikan momen-momen indah mapeed di desa Guwang. Terima Kasih untuk Imade JabBon (https://www.facebook.com/jimade1  untuk hasil photo yang sangat baik ini.

Tulisan ini dibuat agak sedikit terburu-buru, jadi kalau ada kesalahan nanti akan diedit lagi  Big Grin

catatan: fotonya saya edit karena foto yang lama hilang. foto yang baru ini bersumber dar facebook Imade JabBon
.
salah satu budaya yang tak boleh di lupakan selalu di lestarikan meskipun zaman sudah berkembang