Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Mengenal Fibroid Rahim, Gangguan Kesehatan Reproduksi Wanita
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: kesehatan-reproduksi-wanita.jpg]


Salah satu gangguan kesehatan reproduksi wanita yang umum dijumpai adalah fibroid rahim, ini adalah sebuah kondisi adanya pertumbuhan tumor non-kanker di rahim yang sering muncul pada saat seorang wanita menginjak usia yang matang untuk memiliki keturunan. Disebut juga dengan nama leiomyomas, fibroid rahim tidak berhubungan dengan peningkatan risiko kanker rahim dan hampir tidak pernah berkembang menjadi kanker. Fibroid memiliki ukuran yang beragam, mulai dari sebesar biji dan tidak kasat mata oleh mata manusia, hingga berukuran besar yang dapat memperbesar rahim. Anda juga dapat memiliki satu buah fibroid ataupun beberapa buah. Dalam kasus yang ekstrim, beberapa fibroid dapat membesar di rahim hingga mencapai tulang rusuk dan bahkan menambah berat badan. Banyak wanita memiliki fibroid rahim di sepanjang hidup mereka. Namun, ada kemungkinan Anda tidak menyadari kondisi ini mengingat fibroid rahim terkadang tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda apapun. Dokter dapat dengan tidak sengaja menemukan fibroid pada saat pemeriksaan panggul dan ultrasound sebelum melahirkan.
Gejala fibroid rahim
Banyak wanita yang memiliki gangguan kesehatan reproduksi wanita ini tidak mengalami gejala apapun. Bagi mereka yang memilikinya, gejala dapat dipengaruhi oleh lokasi, ukuran, dan jumlah fibroid yang dimiliki. Pada wanita yang menderita gejala, yang dapat dirasakan di antaranya adalah pendarahan menstruasi yang hebat, menstruasi bertahan selama lebih dari 1 minggu, tekanan atau nyeri panggul, sering buang air kecil, kesulitan buang air kecil, konstipasi, dan sakit punggung atau nyeri kaki. Meskipun jarang terjadi, fibroid juga dapat menyebabkan rasa nyeri akut ketika tumbuh melebihi pasokan darah dan mulai mati. Kondisi gangguan kesehatan reproduksi wanita ini diklasifikasikan berdasarkan lokasi. Intramural fibroid tumbuh di dalam dinding rahim otot, submucosal fibroid tumbuh ke dalam rongga rahim, dan subserosal fibroid keluar dari rahim.
Yang menjadi penyebab gangguan kesehatan reproduksi wanita ini
Dokter tidak tahu secara pasti apa yang menjadi penyebab fibroid rahim, namun penelitian menunjukkan beberapa faktor berikut ini:
      Perubahan genetik. Kebanyakan fibroid memiliki perubahan gen yang berbeda dengan sel otot rahim normal pada umumnya.
      Hormon. Estrogen dan progesterone, dua hormon yang menstimulasi perkembangan lapisan rahim pada saat siklus menstruasi sebagai persiapan kehamilan, terlihat dapat mendukung pertumbuhan fibroid. Fibroid mengandung lebih banyak reseptor estrogen dan progesterone dibandingkan dengan sel otot rahim. Fibroid biasanya akan mengecil setelah menopause akibat menurunnya produksi hormon.
      Faktor pertumbuhan lainnya. Zat-zat yang membantu tubuh menjaga jaringan, seperti faktor pertumbuhan seperti insulin, dapat mempengaruhi pertumbuhan fibroid.
      Extracellular matrix (ECM). ECM adalah bahan yang membuat sel-sel untuk menempel satu sama lain (seperti semen di antara susunan bata). ECM meningkat pada fibroid dan membuatnya berserat. ECM juga menyimpan faktor pertumbuhan dan menyebabkan perubahan biologis di dalam sel.
Ada beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang menderita gangguan kesehatan reproduksi wanita ini. Beberapa faktor tersebut di antaranya adalah ras dan keturunan. Meskipun semua wanita dalam usia reproduksi dapat mengembangkan fibroid, wanita keturunan Afrika memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan wanita dari kelompok ras lain. Selain itu, wanita keturunan Afrika akan memiliki fibroid pada usia yang lebih muda, dan dengan fibroid yang berukuran lebih besar dan dengan gejala yang lebih parah. Selain itu, jika ibu atau saudara perempuan Anda memiliki fibroid, Anda akan memiliki risiko yang lebih besar untuk menderita gangguan kesehatan reproduksi wanita ini.