Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Efek Samping Makanan yang Tidak Sehat bagi Tubuh
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: makanan-yang-tidak-sehat.jpg]


Ada dua kategori makanan, yaitu makanan sehat dan makanan yang tidak sehat. Dilihat dari namanya, tentu makanan tidak sehat berarti memiliki dampak buruk bagi tubuh. Anda juga mungkin sering mendapat anjuran untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
Makanan cepat saji dan junk food sering disebut-sebut berbahaya jika dikonsumsi secara rutin. Padahal sebenarnya makanan tidak sehat memiliki cakupan lebih luas dari kedua hidangan tersebut.
Apa itu makanan yang tidak sehat?
Menurut kamus medis, makanan yang tidak sehat adalah setiap makanan yang tidak dianggap kondusif untuk menjaga kesehatan. Kombinasi dari cara penyiapan dan bahan makanan yang digunakan membuat suatu makanan menjadi tidak menyehatkan.
Makanan tidak sehat yang paling umum adalah makanan yang diproses tinggi, seperti makanan cepat saji dan makanan ringan. Kedua hidangan tersebut cenderung rendah nutrisi seperti vitamin dan mineral, namun tinggi kalori.
Komposisi yang umum ditemukan pada makanan tidak sehat antara lain:
·        Lemak trans dan jenuh, terutama lemak hewani
·        Tinggi garam
·        Tinggi gula, terutama pemanis buatan
American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi lemak jenuh tidak lebih dari 7 persen sehari, dan lemak trans kurang dari 1 persen kalori harian individu. Untuk menjaga kesahatan jantung, Anda juga disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 1.500 miligram natrium per hari, dan tidak lebih dari 6 sendok teh atau 100 kalori gula.
Sayangnya, masih banyak orang yang mengonsumsi lebih dari rekomendasi tersebut. Misalnya, orang Amerika rata-rata makan lebih dari dua kali lipat asupan natrium dan gula dari yang disarankan, yaitu 3.600 mg natrium dan 22 sendok teh gula setiap hari.
Dampak memakan makanan tidak sehat bagi tubuh
Tak ada salahnya jika sesekali makan makanan cepat saji. Tapi memakannya terlalu sering bisa memicu masalah kesehatan diantaranya:
1.    Peningkatan gula darah
Fast food atau makanan yang tidak sehat lainnya sarat dengan karbohidrat dan sedikit serat. Karbohidrat yang dipecah berubah menjadi glukosa (gula).

Asupan karbohidrat yang tinggi membuat kadar gula darah menjadi tinggi, akibatnya pankreas melepaskan hormon insulin guna mengantarkan gula ke seluruh tubuh sebagai bahan bakar energi. Jika hal ini terjadi secara berulang, respon insulin akan melemah sehingga meningkatkan risiko resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penambahan berat badan.

2.    Meningkatkan risiko pernapasan
Kalori berlebih dari makanan cepat saji dapat meningkatkan berat badan yang tidak sehat, sehingga menghasilkan obesitas atau berat badan berlebih. Obesitas merupakan pembuka jalan ke segala penyakit kronis, seperti jantung.

Penderita obesitas juga berisiko terkena masalah pernapasan, termasuk asma dan sesak napas. Berat badan ekstra memberik tekanan pada jantung dan paru-paru, sehingga oksigen akan sulit masuk dan mengalir ke seluruh tubuh.

3.    Dampak pada kesuburan
Sebuah penelitian menemukan bahwa makanan olahan mengandung ftalat, senyawa kimia yang dapat mengganggu cara kerja hormon dalam tubuh Anda. Paparan kimia tersebut dapat mengganggu sistem reproduksi dan kesuburan Anda, termasuk meningkatkan cacat lahir pada bayi.
Mulai makan makanan sehat sekarang!
Mengubah pola makan akan membuat tubuh lebih sehat dan tentunya terhindar dari risiko penyakit mematikan. Menuju kebiasaan makan yang lebih baik sebenarnya tak sesulit yang dibayangkan.
Berikut ini tips untuk mulai makan makanan sehat dan bergizi.
·        Jangan melewatkan waktu makan karena bisa menyebabkan mengemil makanan yang tidak sehat saat lapar. Usahakan untuk makan tepat waktu setiap hari.
·        Konsumsi gizi seimbang dengan menu 4 sehat 5 sempurna.
·        Makan dua porsi buah dan lima porsi sayuran setiap hari.
·        Pilih daging tanpa lemak atau dengan lemak yang kurang dari 10 persen.
·        Batasi makan makanan manis, berlemak, dan asin dengan mengonsumsinya dalam porsi sedikit.
·        Cukup minum air 8 gelas setiap hari.
·        Menikmati makanan tanpa gangguan, seperti makan sambil menonton televisi atau bermain handphone.
Catatan
Jika dibandingkan, memakan makanan yang tidak sehat terlihat lebih lezat dan menggiurkan. Namun mengonsumsinya secara rutin dan berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Dampak terbesarnya adalah kekurangan gizi. Anak-anak yang mengonsumsi makanan yang tidak sehat juga berisiko mengalami tumbuh kembang yang lebih lambat.
Diskusikan mengenai makanan bergizi seimbang dengan dokter melalui aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store atau Google Play Store.