Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Kenali, Jenis-Jenis Jerawat Inflamasi dan Noninflamasi!
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: jenis-jenis-jerawat.jpg]

Jenis-jenis jerawat sangat beragam, bisa membentuk beberapa jenis noda kulit yang masing-masing memiliki tampilan dan gejala yang berbeda. Sebagian besar, jerawat ringan akan sembuh dengan perawatan rumah dan obat-obatan yang dijual bebas. Namun, sebagian orang yang berjerawat parah atau berkepanjangan perlu bantuan dokter kulit mengatasinya. Untuk mengetahui lebih lanjut jenis-jenis jerawat yang sering terjadi, simak lebih lanjut artikel berikut.

Jenis-jenis jerawat non-inflamasi
Jerawat non-inflamasi atau tidak meradang ini termasuk komedo putih dan komedo hitam. Jenis jerawat ini biasanya tidak menyebabkan pembengkakan dan tidak terlalu nyeri.
  • Whitehead
Whitehead atau komedo putih adalah komedo yang tertutup. Biasanya, berbentuk seperti bintik atau benjolan kecil, berwarna keputihan atau merah daging, dan memiliki pusat lingkaran putih yang dikelilingi oleh lingkaran merah. Kulit di sekitar whitehead mungkin tampak kencang atau berkerut, apalagi jika ukurannya besar atau sangat menonjol. Komedo putih biasanya tidak menyebabkan jaringan parut.
  • Komedo
Komedo ini disebut juga komedo terbuka. Bentuknya seperti bercak kecil, hitam, atau berwarna gelap, yang mungkin tampak seperti benjolan yang sedikit menonjol. Kulit di sekitar komedo biasanya tampak normal, tetapi bagian tengah komedo akan berwarna lebih gelap daripada sekitarnya. Umumnya, komedo berasal dari komedo putih yang telah terbuka dan melebar. Saat isinya terkena udara, terjadilah oksidasi yang membuat warnanya menjadi gelap.

Jenis-jenis jerawat inflamasi
Jenis-jenis jerawat inflamasi atau meradang biasanya lebih parah daripada jerawat non-inflamasi. Jerawat ini cenderung menyebabkan komplikasi, seperti jaringan parut atau pitting. Jika Anda mendapati noda atau lesi yang meradang, merah, bengkak, dan terasa hangat saat disentuh, maka itu dapat disebabkan oleh peradangan jerawat.
  • Papula
Papula adalah benjolan padat, lembut, merah muda, dan menonjol di bawah permukaan kulit. Kulit di sekitar papula biasanya akan sedikit bengkak dan merah. Papula tidak memiliki pusat yang dapat terlihat seperti whitehead dan pori-pori yang tampak melebar seperti komedo. Munculnya papula dari whitehead atau komedo yang teriritasi parah, sehingga merusak  kulit di sekitarnya dan menyebabkan peradangan.
  • Pustula
Pustula biasanya terlihat seperti whitehead yang jauh lebih besar dan lebih meradang. Benjolan ini lembut dengan pusat melingkar berwarna merah muda atau merah yang terlihat jelas. Ciri utama lainnya adalah pustula juga berisi nanah kekuningan atau keputihan.
  • Nodul
Nodul adalah benjolan keras, nyeri, dan meradang yang letaknya jauh di dalam kulit. Jenis jerawat ini akan tampak seperti papula yang lebih besar dan lebih dalam, serta tidak memiliki pusat atau kepala yang terlihat.
Nodul berkembang ketika pori-pori yang tersumbat merusak jaringan dan sel hingga jauh di bawah permukaan kulit. Oleh sebab itu, nodul dianggap sebagai jerawat yang parah, dan bisa menimbulkan komplikasi kulit, seperti bintik hitam atau jaringan parut.
  • Kista
Kista adalah benjolan jerawat yang sangat besar, lunak, terasa nyeri, berwarna merah atau putih, yang terletak jauh di dalam kulit. Kista juga berisi nanah. Selain nodul, jenis jerawat inflamasi ini juga dianggap paling parah, karena dapat menyebabkan komplikasi kulit, termasuk jaringan parut.
Mengetahui jenis-jenis jerawat ini akan membantu Anda menentukan perawatan jerawat yang tepat. Terkadang, orang tidak dapat mengobati jerawat hanya dengan perawatan di rumah dan butuh perawatan dari dokter. Anda mungkin akan diresepkan obat atau prosedur tertentu untuk mengobati jerawat yang parah dan tak kunjung mereda.