Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Sulit Bernapas, Perawatan, dan Obat Gangguan Pernapasan
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: obat-gangguan-pernapasan.jpg]

Kesulitan bernapas merupakan gejala yang umum dijumpai pada banyak kondisi kesehatan, mulai dari penyakit ringan hingga kronis. Seseorang yang mengalami kesulitan bernapas merasa sesak napas, kesulitan menarik dan mengeluarkan udara, atau merasa mereka tidak bisa mendapatkan oksigen dalam jumlah yang cukup. Biasanya, seseorang akan merasa sulit bernapas setelah mereka berolahraga atau sedak cemas. Dalam kasus tertentu, sulit bernapas dapat menjadi tanda adanya kondisi medis yang perlu mendapatkan perawatan dan obat gangguan pernapasan secepatnya. Artikel ini akan membahas mengapa sulit bernapas dapat terjadi, sekaligus perawatan dan obat gangguan pernapasan

Penyebab umum
Orang-orang yang sedang menderita demam atau flu dapat mengalami sulit bernapas sebagai salah satu gejalanya. Selain sulit bernapas, gejala lain flu adalah hidung mampet, radang tenggorokan, saluran udara meradang, sinusitis, dan lendir berlebih di saluran udara. Sulit bernapas yang disebabkan karena penyakit ini akan hilang apabila penyakit diobati. Gangguan mental seperti kecemasan juga dapat memberikan gejala fisik seperti sesak napas dan kesulitan bernapas. Kondisi pernapasan akan kembali normal setelah kecemasan mereda. Gejala lain kecemasan adalah gugup, lelah, detak jantung yang meningkat, gangguan pencernaan, dan kesulitan berkonsentrasi.

Dalam kasus yang lebih ekstrim, sulit bernapas juga dapat menjadi tanda adanya serangan jantung. Menurut Lembaga Jantung Amerika, sulit bernapas merupakan salah satu tanda peringatan adanya serangan jantung. Perhatikan gejala lain seperti rasa tidak nyaman di dada, punggung, rahang, leher, perut, dan lengan. Kepala terasa ringan, keringat dingin, dan mual juga patut diwaspadai. Apabila gejala-gejala tersebut muncul bersamaan dengan kesulitan bernapas, cari bantuan medis secepatnya. 

Diagnosa, faktor risiko dan perawatan
Guna mengetahui obat gangguan pernapasan yang tepat, dokter perlu memastikan penyebab kondisi tersebut. Dokter akan bertanya seputar gejala lain yang dialami dan melakukan beberapa tes seperti tes alergi, sinar-X dada, tes paru-paru, CT scan, dan analisa gas darah apabila ditemukan.
Faktor risiko bermacam-macam, tergantung dengan penyebab gangguan atau kesulitan bernapas. Misalnya, anak-anak lebih rentan tersedak dibandingkan dengan orang dewasa. Di sisi lain, orang dewasa yang merokok memiliki risiko lebih tinggi dalam menderita emphysema. Selain itu, orang-orang yang menderita asma juga memiliki risiko lebih tinggi kesulitan bernapas setelah melakukan olahraga, aktivitas sehari-hari, ataupun terpapar alergen tertentu.

Penyebab kesulitan bernapas akan menentukan rencana perawatan dan obat gangguan pernapasan yang dibutuhkan. Beberapa perawatan yang umum dilakukan di antaranya adalah pengambilan benda asing di tenggorokan (apabila penyebab kesulitan bernapas adalah tersedak), obat gangguan pernapasan, inhaler untuk asma dan kondisi pernapasan atas, injeksi otomatis epinephrine untuk kasus anaphylaxis, makan dalam jumlah sedikit untuk kasus refluks asam dan COPD, serta antacid untuk refluks asam. Dalam beberapa kasus, obat gangguan pernapasan termasuk latihan bernapas guna meningkatkan kapasitas paru-paru.

Seseorang perlu mencari bantuan medis secepatnya apabila mereka merasa kesulitan bernapas yang dapat menyebabkan pingsan serta terjadi bersamaan dengan gejala serangan jantung lain. Apabila sesak napas dan kesulitan bernapas tidak dapat dijelaskan, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosa dan dokter akan menentukan penyebabnya serta memberikan rencana perawatan yang dibutuhkan.

Selain mengonsumsi obat gangguan pernapasan, seseorang juga dapat melakukan pencegahan untuk menghindari kesulitan bernapas. Adapaun tahapan-tahapan yang dapat dilakukan tersebut di antaranya adalah makan makanan berukuran kecil dan menghindari meletakkan benda yang mudah tertelan ke dalam mulut (untuk menghindari tersedak), berhenti merokok dan jauhi asap rokok, minum obat alergi dan menghindari alergen tertentu, makan makanan yang sehat dan berolahraga, serta rutin mengonsumsi obat gangguan pernapasan yang diresepkan untuk kasus yang lebih kronis.