Forum Diskusi dan Komunitas Online

Full Version: Mengenal Penyakit Anemia dan Obat Kurang Darah sesuai Penyebabnya
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
[Image: obat-kurang-darah.jpg]

Anemia atau penyakit kurang darah merupakan penyakit yang cukup sering didengar. Sedangkan sel darah merah ini berguna untuk mengalirkan oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Untuk mengobatinya, ada beberapa pilihan obat kurang darah yang biasanya berdasarkan pada jenis anemia yang terjadi.
Penyakit kurang darah terjadi jika sel darah merah di bawah 12 mg/dl pada wanita dewasa, dan di bawah 13 mg/dl pada pria dewasa.
Gejala yang muncul akibat kurang darah dapat berupa lemas, pandangan berkunang-kunang, mudah ngantuk, wajah pucat, dan pusing.
Bahaya Kurang Darah Jika Tidak Diobati
Penyakit anemia alias kurang darah ini tentu memberikan efek gangguan jangka panjang jika tidak segera diobati. Apa saja?
·        Dapat menurunkan kecerdasan dan performa dalam bekerja. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, anemia membuat seseorang mudah mengantuk dan sulit berkonsentrasi sehingga akan mengganggu aktivitas hariannya. Sedangkan pada anak-anak yang mengalami kurang darah kronik, biasanya memiliki IQ yang rendah.
·        Mengganggu kesehatan reproduksi dalam jangka panjang. Sebab, wanita yang kurang darah akan rentan mengalami komplikasi ketika masa kehamilan dan proses bersalin.
·        Dapat mengganggu tumbuh kembang anak, apalagi anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Oleh karena itulah zat besi penting untuk menunjang tumbuh kembang sel anak.
·        Mengalami gagal jantung karena jantung akan bekerja lebih keras untuk memompa darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh.
Obat Kurang Darah sesuai Jenis Penyakitnya
Obat kurang darah akan bergantung padaapa penyebabnya. Berbeda penyebabnya, berbeda pula obat dan penanganannya.
1.     Obat Anemia Defisiensi Zat Besi
Anemia defisiensi zat besi terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan zat besi. Sementara zat besoi bermanfaat untuk memproduksi sel darah merah untuk mengankut oksigen. Biasanya kurang darah jenis ini bisa ditangani dengan suplemen zat besi.
Jika suplemen zat besi ini tidak mempan, mungkin penyakit anemia yang dialami dipicu oleh adanya masalah pada penyerapan zat besi dalam tubuh. Sehingga dokter mungkin saja akan menyarankan penanganan berupa:
·        Antibiotik untuk menangani ulkus peptik
·        Obat-obatan lain berupa obat kontrasepsi oral untuk mengendalikan darah ketika masa haid
·        Bedah pengangkatyan polip, tumor, atau fibroid
·        Pemberian zat besi melalui infus atau transfusi darah saat kasus yang parah
 
2.     Obat Anemia Aplastik dan Penanganannya
Anemia aplastik ini terjadi saat sel induk di sumsum tulang belakang mengalami kerusakan sehingga tidak mampu menghasilkan sel darah. Masalah ini bisa disebabkan oleh beragam hal, seperti masalah imun hingga adanya infeksi virus.
Obat dan penanganan yang mungkin diberikan dokter bisa berupa:
·        Transplantasi sel induk atau transplantasi sumsum tulang
·        Transfusi darah yang berguna mengontrol dan meredakan gejala pasien
·        Obat penekan sistem imun untuk pasien yang mengalami anemia aplastik akibat autoimun
·        Obat antibiotik dan antivirus jika disebabkan karena infeksi
·        Obat perangsang sumsum tulang seperti sargramostiim, pegfilgrastim, dan filgrastim
 
3.     Anemia Defisiensi Vitamin
Sesuai dengan namanya, anemia defisiensi vitamin bisa terjadi karena pasien kekurangan vitamin tertentu seperti vitamin B9, vitamin B12, dan vitamin C atau karena masalah pada penyerapan vitamin.
Biasanya obat kurang darah defisiensi vitamin ini dengan konsumsi suplemen vitamin yang kurang di dalam tubuh. Selain konsumsi suplemen vitamin, penderita juga perlu mengkonsumsi makanan sehat sesuai anjuran dokter.
4.     Obat Anemia Hemolitik
Jenis anemia hemolitik adalah saat darah merah hancur sebelum waktunya atau tidak berfungsi semestinya. Penyebabnya pun beragam, seperti infeksi, tumor, reaksi autoimun, atau penyakit lainnya.
Obat kurang darah ini juga bergantung pada faktor pemicunya. Berikut pengobatannya:
·        Mengkonsumsi obat penekan sistem imun seperti kortikosteroid
·        Transfusi darah
·        Immunoglobulin intravena, yaitu dengan memasukkan antibodi (imunoglobulin) ke dalam tubuh
·        Dilakukan pembedahan
 
5.     Obat Anemia Sel Sabit
Penyakit kurang darah jenis ini terjadi saat bentuk sel darah berbentuk bulan sabit, sedangkan bentuk normalnya bulat pipih. Sel darah berbentuk bulan sabit ini akan membautnya mudah tersangkut di pembuluh dan dapat menghambat aliran darah.
Meski hingga kini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Tapi dengan mengkonsumsi obat kurang darah tertentu dapat meredakan gejalanya, selain menjalani transfusi darah.
Berikut jenis obat kurang darah yang digunakan, yaitu:
·        Bubuk L-glutamin oral untuk mengurangi frekuensi periode nyeri
·        Hydroxyurea yang dapat mengurangi frekuensi periode nyeri dan menurunkan kebutuhan akan transfusi darah. Akan tetapi,obat ini meningkatkan risiko terjadinya infeksi
·        Crizanlizumab, yang biasanya diberikan untuk mengurangi periode nyeri melalui pembuluh vena
·        Obat pereda nyeri lainnya