Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Permainan Bekelan yang Kini Sudah Menjadi Langka
#1
[Image: bentuk-biji-bekel.jpg]

Nusantara memiliki bermacam berbagai wujud game adat- istiadat buat anak– anak. Di tiap wilayah di Indonesia mempunyai beraneka ragam game konvensional anak yang terus menjadi hari terus menjadi tidak sering dimainkan, apalagi terus menjadi mengarah jadi game sangat jarang. Salah satu game yang telah tidak sering buat dimainkan anak– anak di era milineal dikala ini merupakan game bola bekel ataupun bekelan.

Bekelan ialah game yang sejatinya berawal dari Belanda dengan julukan bikkelen. Bikkelen ataupun bekelan dapat dimainkan 2 orang ataupun lebih. Peraturan dari game ini pula bermacam- macam terkait masing– masing masing- masing wilayah. Yang terutama terjalin perjanjian dampingi orang yang main bekelan.

Perlengkapan buat main bekelan terdiri dari bola bekel karet bersama 6- 10 bulir bekelnya. Bola bekel sendiri dibuat dari karet serta berdiameter duga– duga dekat 3 centimeter dengan corak lukisan yang menarik. Sebaliknya buat bulir bekelnya dibuat dari besi ataupun kuningan. Game yang awal berawal dari Belanda serta dimainkan di rumah– rumah gedongan ataupun rumah orang banyak pada era dulu, dengan cara lama- lama masuk serta dimainkan di sekolah– sekolah serta pada kesimpulannya bertumbuh ke anak– anak di perkampungan. Game ini ialah tipe game yang menginginkan ketangkasan dalam membawakannya.

Cara bermain bola bekel ini yakni awal bola di buang ke atas terlebih dulu setelah itu pemeran awal melontarkan satu bulir bekel serta kemudian membekuk kembali bola bekelnya. Itu dicoba dengan cara kesekian hingga bulir bekelnya habis. Sehabis seluruh di buang ke lantai, setelah itu pemeran awal wajib mengganti posisi bulir bekel dengan posisi pit( berupa semacam bangku), ro( kebalikan posisi pit), cin( posisi miring yang tanpa terdapat becak) dan peng( posisi miring dengan becak di atas).

Game bekelan sendiri memiliki maksud angka filosofis pula, ialah senantiasa mengenang kehadiran Tuhan tanpa melalaikan perkerabatan antara sesama. Isi arti itu tampak kala seseorang pemeran bekelan melontarkan bola ke atas, hingga beliau diingatkan buat senantiasa terkenang Tuhannya, sebaliknya kala memainkan bulir– bulir bekelnya melukiskan ikatan silahturahmi perkerabatan dampingi sesama orang serta alam dekat yang senantiasa mendampingi ekspedisi hidup tiap orang sampai akhir hayatnya. Tidak hanya itu bekelan pula melatih ketabahan diri dan melatih kecekatan serta akurasi dalam mengutip sesuatu ketetapan atau aksi.
Reply
#2
jadi nostalgia masa-masa kecil dulu waktu usia 8 tahunan.Nih permainan pasti dimainin habis pulang sekolah selain main kelereng sama kartu yugi
Reply




Users browsing this thread: 3 Guest(s)

About Ziuma

ziuma - forum diskusi dan komunitas online. disini kamu bisa berdiskusi, berbagi informasi dan membentuk komunitas secara online. Bisa juga berdiskusi dengan sesama webmaster/blogger. forum ini berbasis mybb

              Quick Links

              User Links

             powered by