Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Penjelasan Terkait Laser Resurfacing yang Perlu Diketahui
#1
[Image: laser-resurfacing.jpg]
Laser Resurfacing pada kulit merupakan perawatan kulit menggunakan energi laser untuk mengatasi struktur kulit yang tidak sempurna, diantaranya kerut, kulit cekung pasca peradangan (bopeng), dan pori-pori yang tampak besar. Teknik ini bekerja dengan mengarahkan cahaya laser pada permukaan kulit yang tidak rata, lalu ‘membakarnya’ lapis demi lapis. Perawatan ini memiliki efek anti-aging bagi kulit, karena laser CO2 menggunakan energi panas yang mampu menembus hingga lapisan kulit terdalam.
Karena kemampuannya penetrasinya inilah, selain membuang lapisan kulit terluar, laser skin resurfacing CO2 juga “memperketat” serat kolagen pada lapisan kulit dalam sehingga selain menghaluskan permukaan kulit terluar, laser skin resurfacing CO2 memberikan efek “pengencangan/lifting” pada wajah tanpa harus melalui prosedur bedah (operasi). Walaupun demikian, pasien dengan warna kulit, kondisi kesehatan kulit, serta penyakit tertentu memiliki risiko lebih besar untuk mengalami efek samping.
Laser skin resurfacing CO2 merupakan perawatan yang efektif untuk mengatasi keluhan kosmetik yang menyangkut struktur kulit seperti garis, kerut, bopeng, dan kelainan pigmentasi kulit yang tidak memberikan perbaikan dengan perawatan yang lebih ringan (mikrodermabrasi dan medical peeling).
Kandidat ideal untuk perawatan laser skin resurfacing adalah seseorang berkulit putih, dengan struktur yang elastis, tidak berminyak, serta tidak mudah mengalami jaringan parut (keloid) setelah perlukaan ringan pada kulit.
Laser skin resurfacing terbaik dilakukan terhadap pasien yang tidak memiliki gangguan kesehatan, karena hal ini dapat memberikan risiko, baik selama perawatan berlangsung maupun pada periode pemulihan.
Seseorang dengan warna kulit yang sangat gelap bukan merupakan kandidat yang baik untuk perawatan ini. Warna kulit gelap memiliki lebih banyak pigmen dibandingkan kulit putih, sehingga memiliki risiko lebih besar untuk ikut menyerap energi laser.
Penyerapan yang tidak diharapkan ini dapat menghasilkan efek samping seperti perubahan warna kulit bahkan terbentuknya lepuh (kantung berisi cairan) pada kulit. Bagaimanapun, ahli kulit berpengalaman dapat mengambil langkah-langkah pencegahan untuk meminimalisir terjadinya kerusakan pada sel-sel di sekitarnya, sehingga perawatan ini dapat tetap dilakukan pada pasien dengan warna kulit coklat (bukan sangat gelap/hitam). Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli kulit sebelum memutuskan menerima perawatan ini.
Pertimbangan Medis
Karena sifatnya yang invasif, banyak ahli kulit menganggap laser skin resurfacing CO2 sebagai prosedur bedah walaupun tidak menggunakan pisau. Proses penyembuhan yang harus dilalui setelah menerima perawatan ini dapat cukup melelahkan bagi pasien.
Karenanya, perawatan ini akan menyulitkan bagi pasien yang menderita gangguan kekebalan tubuh. Pasien yang mudah mengalami keloid juga tidak disarankan untuk menerima perawatan ini. Gangguan jaringan penghubung, seperti Lupus Eritematosus, Syndrome Sjogren juga memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi.
Walaupun perawatan laser CO2 skin resurfacing dapat digunakan untuk mengatasi keluhan bopeng jerawat, adanya jerawat aktif pada daerah kulit yang ditangani dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi kulit. Pasien berjerawat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter ahli kulit terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan ini. Hadirnya infeksi kulit seperti herpes simplex juga akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi pada periode pemulihan.
Apa Yang Akan Saya Alami Ketika Perawatan Berlangsung?
Perawatan laser skin resurfacing CO2 dimulai dengan mengoleskan anestesi lokal (zat kebal) pada bagian kulit yang akan ditreatment. Setelah menunggu antara 30-45 menit, dokter akan menembakan cahaya laser pada daerah kulit yang bermasalah. Setelah perawatan selesai, dokter akan membekali Anda dengan krim khusus beserta petunjuk pemakaiannya yang perlu digunakan selama periode penyembuhan untuk membantu mempercepat terbentuknya kulit baru.
Pemulihan
Setelah menerima laser skin resurfacing CO2, dibutuhkan waktu antara 1-2 minggu hingga terbentuknya kulit baru pada daerah yang menerima perawatan. Kemerahan pada kulit umumnya bertahan lebih lama, dan terkadang tetap ada hingga beberapa bulan setelah menerima perawatan. Jika hal ini terjadi, kemerahan pada kulit dapat disamarkan dengan make up. Kemerahan pada kulit akan hilang dengan sendirinya. Sebelum kulit baru terbentuk, Anda disarankan untuk menghindari paparan dengan sinar matahari langsung. Pasien yang setuju menerima perawatan ini disarankan untuk mempersiapkan diri dengan mengambil cuti kerja antara 1 hingga 2 minggu lamanya segera setelah menerima perawatan.
Reply




Users browsing this thread: 1 Guest(s)

About Ziuma

ziuma - forum diskusi dan komunitas online. disini kamu bisa berdiskusi, berbagi informasi dan membentuk komunitas secara online. Bisa juga berdiskusi dengan sesama webmaster/blogger. forum ini berbasis mybb

              Quick Links

              User Links

             powered by