Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Thread Modes
Pengobatan Hipertiroidisme dengan Terapi Iodium Radioaktif
#1
[Image: hipertiroidisme.jpg]

Penderita hipertiroidisme harus segera menjalankan upaya untuk mengatasi masalahnya lantaran gangguan kesehatan itu memiliki gejala dan/atau komplikasi yang tidak bisa disepelekan. 

Selain menjadi biang keladi dari ketidakseimbangan emosi seseorang, kondisi yang disebabkan oleh produksi hormon tiroid secara berlebih ini juga bisa memberikan perubahan pada fisik seseorang, mulai dari muncul benjolan, menurunnya berat badan, hingga kerontokan rambut.
Sebelum semuanya terlambat, penderita hipertiroidisme disarankan langsung mengambil langkah pencegahan dengan mendatangi tenaga medis untuk mendapatkan perawatan. Adapun pengobatan hipertiroidisme ini ada beberapa metode, salah satunya adalah dengan terapi iodium radioaktif.
Apa Itu Terapi Iodium Radioaktif?
Metode pengobatan dengan memanfaatkan iodium radioaktif ini telah sejak lama digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan penyakit kelenjar tiroid. Jenis terapi telah digunakan di seluruh dunia selama sekitar tujuh puluh tahun dan merupakan cara yang efektif mengelola kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau disebut hipertiroidisme.
Kalangan medis sepakat bahwa iodium radioaktif merupakan cara yang aman, mudah dilakukan dan tidak invasif (tidak menyakiti penderita) serta tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya baik bagi penderita sendiri maupun bagi keturunannya.
Pengobatan ini dilakukan dengan memberikan iodium radioaktif dengan dosis kecil di mana radioaktif tersebut nantinya akan mematikan sel-sel kelenjar tiroid yang memproduksi hormon secara berlebihan. Pengobatan ini menjadi kompetensi dokter spesialis kedokteran nuklir. 
Iodium radioaktif (I131) sendiri adalah bentuk khusus dari yodium yang memancarkan radiasi. Radiasi ini berguna dalam mengobati kelenjar tiroid yang sangat aktif. Yodium merupakan unsur alami yang ditemukan dalam makanan. Yodium dari makanan yang dikonsumsi telah terbukti berkonsentrasi dalam kelenjar tiroid.
Kendati demikian, pengobatan dengan iodium radioaktif masih sering dikhawatirkan oleh sebagian pasien. Efek samping yang mungkin timbul dalam metode pengobatan ini adalah apabila semua sel-sel kelenjar tiroid tidak berfungsi dan akan timbul kondisi hipotiroid atau kekurangan hormon tiroid. Jika ini terjadi, penderita malah harus minum Levothyroxin seumur hidupnya. 
Apa yang Akan Terjadi pada Tubuh Setelah Melakukan Terapi Iodium Radioaktif?
Setelah melakukan terapi iodine radioaktif, tubuh seseorang akan mengandung radioaktif pada level rendah yang nantinya akan menghilang dalam jangka waktu 3 minggu. Radioiodine yang tidak terserap oleh kelenjar tiroid akan dikeluarkan bersama kencing dalam beberapa hari setelah terapi. 
Radioiodine ini bisa membahayakan orang lain, untuk itu, beberapa hal ini harus dilakukan setelah menjalani metode pengobatan iodium radioaktif untuk mencegah paparan radiasi pada orang lain:
  • Pasien harus tidur sendiri dalam 3 sampai 5 hari setelah terapi, tergantung pada kekuatan dosis. 
  • Kontak personal pada anak-anak (misalnya berpelukan, ciuman) harus dihindari selama 3 hingga 7 hari, tergantung kekuatan dosis.
  • Sepanjang 3 hari setelah terapi, jaga jarak dari orang lain (terlebih anak-anak dan wanita hamil dan menyusui), kira-kira 2 meter. Hindari tempat umum terlebih dahulu. Minum air putih yang banyak untuk membantu membuang iodine radioaktif lewat urin.
  • Untuk 3 hari pertama, jangan gunakan alat-alat bersama dengan yang lain, misalnya tempat tidur, handuk, atau alat-alat pribadi lainnya. Cuci baju dan cuci piring sebaiknya terpisah. Setelah menggunakan kloset, lap dengan tissue. Sering-seringlah cuci tangan dengan sabun dan mandi.

Demi kebaikan bersama, terutama bagi orang-orang di sekitar pasien, mereka harus menjaga agar urin, saliva (air liur), keringat, dan cairan tubuh lainnya tidak mengenai orang lain untuk mencegah paparan radioaktif. 
Selain itu, sejumlah kecil radiasi yang ada di dalam tubuh pasien bisa terdeteksi pada monitor radiasi di bandara, rumah sakit, atau lainnya, sampai 3 bulan setelah terapi. Mintalah surat  keterangan dari dokter atau tenaga medis untuk menjelaskan mengenai keadaan pasien jika tidak dapat menghindari tempat-tempat tersebut.
Itulah sedikit gambaran mengenai metode pengobatan hipertiroidisme dengan memanfaatkan iodium radioaktif. Kendati metode ini terbilang aman, tetapi bukan berarti dapat disepelekan. Tetap ikuti dan patuhi prosedur yang telah ditetapkan agar segalanya tetap terkontrol dengan baik.

Reply




Users browsing this thread: 1 Guest(s)

About Ziuma

ziuma - forum diskusi dan komunitas online. disini kamu bisa berdiskusi, berbagi informasi dan membentuk komunitas secara online. Bisa juga berdiskusi dengan sesama webmaster/blogger. forum ini berbasis mybb

             Quick Links

             User Links

             Support by

  • Ngalih.id