Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pahami Gejala Impotensi di Bawah Ini
#1

[Image: gejala-impotensi.jpg]

 
Disfungsi ereksi atau biasa disebut dengan impotensi merupakan kondisi saat penis tidak mampu ereksi atau mempertahankannya walaupun mendapat rangsangan seksual. Biasanya, impotensi mengenai pria dengan rentang usia 40 tahun ke atas. Meski tidak berbahaya, kamu tetap perlu memahami gejala impotensi.
Seseorang yang mengalami impotensi akan kesulitan untuk ereksi atau mempertahankan ereksi. Penderita impotensi atau lemah syahwat juga mengalami penurunan gairah seksual. Keluhan ini dapat muncul tiba-tiba atau secara bertahap.
Tanda dan Gejala Impotensi yang Paling Umum
Gejala impotensi yang paling umum adalah ketidakmampuan untuk penis mencapai ereksi meski sudah mendapatkan cukup rangsangan, atau kesulitan untuk mempertahankan agar penis terus ereksi sehingga tidak bisa ejakulasi dan berorgasme.
Seorang pria dikatakan mengalami impotensi ketika semua gejala-gejala ini timbul secara teratur berkelanjutan, bukan hanya sekali saja. Hal ini kemudian ikut memengaruhi aspek psikologis dan emosional pria, dan menimbulkan gejala seperti rasa malu atau minder, tidak berharga atau tidak pantas, putus asa, depresi, hingga bahkan kehilangan gairah seks.
Siapa saja yang paling berisiko mengalami impotensi?
Pada umumnya, impotensi disebabkan oleh sesuatu yang bersifat fisik dari masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti:
·[font=Times New Roman]        [/font]Penyakit jantung.
·[font=Times New Roman]        [/font]Diabetes.
·[font=Times New Roman]        [/font]Obesitas.
·[font=Times New Roman]        [/font]Hipertensi.
·[font=Times New Roman]        [/font]Kolesterol tinggi.
·[font=Times New Roman]        [/font]Tumor otak.
·[font=Times New Roman]        [/font]Penyakit saraf seperti stroke, Parkinson, Alzheimer dan multiple sclerosis.
·[font=Times New Roman]        [/font]Kecanduan alkohol.
·[font=Times New Roman]        [/font]Perokok berat dan aktif dalam waktu lama.
·[font=Times New Roman]        [/font]Trauma fisik di bagian kemaluan atau di sumsum tulang belakang; misalnya karena kecelakaan bermotor atau kecelakaan kerja.
·[font=Times New Roman]        [/font]Sedang menjalani pengobatan seputar masalah prostat.
·[font=Times New Roman]        [/font]Masalah hormon seperti hipogonadisme dan masalah tiroid seperti hipertiroid atau hipotiroid.
·[font=Times New Roman]        [/font]Penggunaan obat-obatan resep terkait masalah kesehatan tertentu yang bisa menurunkan gairah seks, seperti diuretik, antidepresan, dan obat hipertensi.
Selain penyebab yang berkaitan dengan kondisi fisik, faktor psikologis pun bisa memicu terjadinya impotensi, seperti:
·[font=Times New Roman]        [/font]Depresi.
·[font=Times New Roman]        [/font]Gangguan kecemasan.
·[font=Times New Roman]        [/font]Stres berlebihan karena mengkhawatirkan performa seksnya; cemas berlebihan tidak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi.
·[font=Times New Roman]        [/font]Stres berkepanjangan yang terkait masalah ekonomi, profesi, atau konflik dengan pasangan.
·[font=Times New Roman]        [/font]Selain itu, risiko impotensi dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Gejala impotensi lebih sering terjadi pada pria usia lanjut 60 tahun ke atas dibandingkan dengan pria yang berusia lebih muda.
Dilansir dari Medicine net, pria berpendidikan rendah dilaporkan berpeluang lebih tinggi untuk mengidap impotensi karena mereka tidak menganut kebiasaan hidup sehat. Rata-rata karena minimnya pengetahuan soal pola hidup sehat dan/atau terbatasnya akses mereka terhadap makanan sehat dan tempat olahraga.
Pencegahan Impotensi
Kabar baiknya, ada berbagai langkah yang bisa dilakukan para pria untuk mencegah impotensi. Namun, cara terbaik untuk mencegah disfungsi ereksi adalah dengan mengubah gaya hidup lebih sehat dan mengelola kondisi kesehatan seperti berikut:
·[font=Times New Roman]        [/font]Berkonsultasi dengan dokter untuk pemilik penyakit diabetes, penyakit jantung atau kondisi kesehatan kronis lainnya
·[font=Times New Roman]        [/font]Kunjungi dokter untuk pemeriksaan rutin dan tes skrining medis
·[font=Times New Roman]        [/font]Berhenti merokok, batasi atau hindari alkohol, dan jangan menggunakan obat-obatan terlarang
·[font=Times New Roman]        [/font]Berolahraga secara teratur
·[font=Times New Roman]        [/font]Melakukan manajemen stres
·[font=Times New Roman]        [/font]Meminta bantuan psikolog atau ahli jiwa untuk mengatasi kecemasan, depresi, atau masalah kesehatan mental lainnya
Demikian penjelasan mengenai gejala impotensi yang mungkin dihadapi oleh kamu pria. Dengan mengetahuinya sedari awal kamu bisa lebih siap menghadapinya dan bisa dengan mudah mengatasi kondisi impotensi tersebut. Dengan begitu, kondisi hubunganmu dengan pasangan akan lebih baik serta pasanganmu bisa lebih terpuaskan jika kamu tidak mengalami impotensi. Semoga menambah wawasanmu.


Attached Files Thumbnail(s)
   
Reply




Users browsing this thread: 1 Guest(s)

About Ziuma

ziuma - forum diskusi dan komunitas online. disini kamu bisa berdiskusi, berbagi informasi dan membentuk komunitas secara online. Bisa juga berdiskusi dengan sesama webmaster/blogger. forum ini berbasis mybb

              Quick Links

              User Links

             powered by