Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Thread Modes
Mengenal Remdesivir, Obat untuk Atasi Corona dari AS
#1
[Image: obat-corona.jpg]

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA disebut telah menyetujui pemakaian obat darurat yang diproduksi Gilead Sciences yakni Remdesivir untuk pasien virus corona yang sudah mengalami gejala parah. Obat corona ini bisa diberikan pada pasien parah, yakni memiliki kadar oksigen darah rendah, membutuhkan terapi oksigen dan memakai ventilator.

Obat ini menyebutkan bahwa Remdesivir merupakan anti-virus yang ditujukan untuk mengurangi waktu pemulihan pasien COVID-19. Melalui pemerintah Amerika Serikat, perusahaan yang membuat Remdesivir telah mengekspor obat tersebut dan telah tersedia untuk para pasien virus corona yang berada di Amerika Serikat.
Remdesivir Obat Corona
Daniel O’Day merupakan CEO Gilead Science sebuah perusahaan pembuat Remdesivir menyebut telah mendonasikan seluruh pasokan obat yang ada sebanyak satu setengah juta botol yang diklaim cukup untuk mengobati 100 ribu hingga 200 ribu pasien COVID-19 yang terdapat di seluruh wilayah Amerika Serikat.
Remdesivir juga merupakan vaksin antivirus yang dikembangkan perusahaan bioteknologi yang berbasis di Amerika Serikat, Gilead Sciences. Obat ini memiliki kode pengembangan GS-5734 yang masuk ke analog nukleotida, termasuk disintesis dalam beberapa turunan ribosa. Vaksin ini diklaim mampu mengobati pasien COVID-19 yang telah dalam kondisi parah.
Pasien yang mengonsumsi obat ini disebut memiliki waktu pemulihan yang lebih cepat ketimbang pasien COVID-19 yang hanya mendapatkan plasebo. Hal ini diungkap oleh The US National Institute of Allergy and Infections Disease (NIAID). Remdesivir adalah produk analog nukleotida yang juga dipakai untuk mengatasi infeksi Ebola dan virus marburg di tahun 2013-2016.
Pasien dalam kondisi parah disebut bisa sembuh empat hari lebih cepat dari waktu pemulihan pada umumnya. Rata-rata waktu pemulihan pasien yang menggunakan obat ini adalah 11 hari, sementara itu pasien yang tidak menggunakan obat ini dan hanya diobati dengan plasebo harus membutuhkan waktu pemulihan selama 15 hari. Menurut laman resmi Gilead Science, penggunaan obat ini pada hewan telah menunjukkan aktivitas in vitro dan in vivo terhadap patogen virus MERS dan SARS. Diketahui bahwa kedua jenis virus tersebut merupakan bagian dari virus corona, secara struktural bentuknya mirip dengan COVID-19. Namun demikian, obat ini tidak memiliki kemajuan untuk pengobatan dalam kondisi apa pun.
Ketika masuk ke dalam tubuh, coronavirus akan berkembang dengan cara menyalin materi genetik di dalam tubuh. Virus ini menggunakan enzim RNA (dependent RNA polymerase), dengan fakta inilah penelitian melakukan pengujian Remdesivir pada corona virus yang menyebabkan munculnya virus MERS.
Hasilnya, obat ini mampu membuat blok pada enzim RNA yang berdampak pada virus akhirnya tidak mampu memperbanyak diri karena enzim yang dibutuhkan telah terblokir. Sehingga, ketika perkembangan virus yang terhenti karena enzim RNA yang diblok oleh obat tersebut adalah proses pemulihan pasien bisa lebih cepat didapatkan.
Meskipun hingga saat ini belum ditemukan satu obat pun yang secara resmi dan khusus dinyatakan sebagai obat COVID-19. Inilah yang membuat banyak peneliti di berbagai negara di dunia telah bekerja secara cepat untuk menemukan obat yang paling efektif untuk mengobati pasien yang terinfeksi COVID-19 ini.
Menariknya lagi Remdesivir sebagai obat corona ini bisa mengurangi angka kematian pasien pengidap virus corona. Berdasar data yang ada, pasien yang diberi pengobatan dengan obat ini memiliki angka kematian hingga 8 persen, sementara yang tidak diberikan lebih tinggi, hingga mencapai 11,6  persen.

Reply




Users browsing this thread: 1 Guest(s)

About Ziuma

ziuma - forum diskusi dan komunitas online. disini kamu bisa berdiskusi, berbagi informasi dan membentuk komunitas secara online. Bisa juga berdiskusi dengan sesama webmaster/blogger. forum ini berbasis mybb

             Quick Links

             User Links

             Support by

  • Ngalih.id