Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Thread Modes
Hati-Hati Penggunaan Cefadroxil pada Penderita Diare
#1
Pada umumnya, hal pertama yang dipirkan seseorang yang sedang sakit adalah obat apa yang harus diminum agar sembuh dengan cepat. Pemikitan ini wajar mengingat aktivitas sehari-hari akan terganggu ketika jatuh sakit. Namun, penggunaan obat perlu diperhatikan, terutama pada penggunaan antibiotik khususnya cefadroxil.

Cefadroxil merupakan antibiotik golongan sefalosporin generasi pertama. Antibiotik ini biasanya efektif dalam mengobati penyakit infeksi bakteri, seperti infeksi tenggorokan, kulit, mau pun saluran kemih. Namun, obat ini tergolong lebih efektif dalam mengatasi infeksi akibat bakteri streptokokus.

Namun, pada kondisi infeksi bakteri yang disertai dengan diare, pemberian cefadroxil harus dipertimbangkan kembali. Disebut diare ketika seseorang buang air besar dengan konsistensi cair, dengan frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam.

Antibiotik cefadroxil diketahui memiliki salah satu efek samping menyebabkan diare, sehingga perlu dipertimbangkan antara keuntungan dan risiko efek samping ini terjadi. Jangan sampai bermaksud mengobati infeksi, alih-alih diare terus berlanjut atau mungkin malah semakin sering dan banyak.

Cefadroxil sendiri lebih efektif menangani infeksi bakteri gram positif yang banyak ditemukan pada permukaan kulit. Berbeda dengan bakteri dalam sistem pencernaan yang pada umumnya termasuk dalam golongan bakteri gram negatif, sehingga cefadroxil tidak efektif mengatasi infeksi bakteri pada sistem pencernaan.

Beritahu dokter jika Anda memiliki keluhan diare ketika berkonsultasi mengenai kondisi Anda. Biasanya dokter akan mengganti antibiotik cefadroxil dengan antibiotik lain yang lebih cocok dengan kondisi Anda ketika gejala disertai dengan diare. Namun, jika dokter tetap memberikan cefadroxil, biasanya ada pertimbangan tersendiri antara manfaat dan risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam mengonsumsi antibiotik. Jangan sampai bermaksud mengobati, tetapi malah menambahkan keluhan dengan penggunaan antibiotik tanpa anjuran dokter.

Apalagi, semakin berjalannya waktu, semakin banyak ditemukan kasus resistensi antibiotik, yaitu kebalnya bakteri pada golongan antibiotik tertentu sehingga tidak memberi efek terapi yang diinginkan ketika digunakan.

Hindari membeli dan konsumsi antibiotik sendiri tanpa anjuran dokter. Selalu gunakan resep dokter ketika membeli obat khususnya antibiotik.

Reply




Users browsing this thread: 1 Guest(s)

About Ziuma

ziuma - forum diskusi dan komunitas online. disini kamu bisa berdiskusi, berbagi informasi dan membentuk komunitas secara online. Bisa juga berdiskusi dengan sesama webmaster/blogger. forum ini berbasis mybb

             Quick Links

             User Links

             Advertise