Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Awas! Hindari Bahaya Alkohol saat Berkendara
#1
[Image: image-doyan-minum-alkohol-nih-bahaya-kal...ingkat.jpg]
Ada begitu banyak berita kecelakaan yang disebabkan oleh pengendara mabuk. Bahaya alkohol satu ini memiliki urgensi yang serius untuk segera dicari solusinya. Pasalnya,  seseorang yang mengendarai kendaraan sementara ia tengah berada di bawah pengaruh alkohol mungkin sekali membahayakan dirinya sekaligus orang lain.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada 2012, pembunuh paling tinggi masyarakat usia 15-29 tahun di dunia adalah kecelakaan lalu lintas. Salah satu penyebab kecelakaan yang cukup tinggi adalah mabuk sambil mengemudi.


Di dunia, negara dengan angka kematian akibat drunk driving atau mengemudi sambil mabuk paling tinggi adalah Afrika Selatan. Tahun lalu, lebih dari separuh dari total kecelakaan lalu lintas di negara itu disebabkan oleh pengemudi yang mabuk.
Di urutan kedua ada Kanada. Tak sebanyak Afrika Selatan, persentase kecelakaan maut yang dikarenakan mabuk tercatat 34 persen dari total seluruh kecelakaan yang terjadi di negara itu. Beda tipis dari Kanada dan Amerika Serikat yang menduduki urutan ke tiga. Di AS, porsi kecelakaan karena mabuk tercatat sebesar 31 persen. Australia, Prancis, Italia, Inggris, Korea Selatan, Jerman, Rusia, India, dan Tiongkok berurutan menempati posisi berikutnya.
Dalam Global Status Report on Road Safety 2015, WHO mengatakan angka kecelakaan dan kematian akibat mabuk di sejumlah negara terus meningkat. Hal ini membuat delapan negara meningkatkan hukuman bagi pengemudi yang mabuk.
Sementara di Indonesia sendiri, daftar panjang itu mungkin saja akan terus bertambah jika stake holder terkait tidak melakukan upaya-upaya yang perlu dilakukan.
Kendati demikian, desakan untuk mengatasi dampak dari bahaya mabuk itu sudah digaungkan. Khususnya di Jakarta, polisi diminta menjalankan tindak preventif dengan mengerahkan lebih banyak personel mereka di titik-titik rawan yang dilalui pengendara mabuk, seperti kawasan Senopati atau Jalan Gunawarman, Jakarta Selatan. 
Bagaimana Bisa Alkohol Membahayakan para Pengendara?
Alkohol adalah zat yang menekan sistem saraf pusat. Perasaan beberapa orang yang meminum akohol dan mengalami rasa senang (stimulasi) lebih disebabkan karena fungsi yang lebih tinggi dari otak yaitu fungsi inhibisi yang terhambat.
Hal ini menyebabkan orang yang meminum alkohol menjadi berani, tidak berpikir rasional dan penilaiannya terhadap lingkungan terganggu.
Di otak, alkohol pertama menekan fungsi otak yang tinggi, seperti yang telah dijelaskan di atas. Kemudian alkohol akan memengaruhi fungsi motorik sederhana, waktu reaksi, dan penglihatan. Keseimbangan, koordinasi, dan persepsi sensorik adalah bagian-bagaian dalam tubuh yang akan mengalami gangguan oleh alkohol.
Hal inilah yang membuat orang yang meminum alkohol akan sangat berbahaya sekali jika mengendarai kendaraan. Selain proses pikirnya dan kemampuan penilaian lingkungannya terbatas, orang yang dalam pengaruh alkohol juga kehilangan fungsi motorik normalnya. Bahkan, tingkat konsentrasi alkohol yang berlebihan di otak akan menyebabkan pingsan, koma, dan bahkan jika terus masuk ke dalam tubuh dapat berdampak kematian.
Apakah Indonesia Harus Meniru Luar Negeri untuk Bahaya Alkohol saat Berkendara?
Faktanya, di Indonesia memang belum terlalu sadar akan bahaya alkohol jika memengaruhi para pengendara. Hal ini berbeda jauh dengan negara-negara di barat, ambil contoh Eropa atau Amerika.
Mungkin, hal ini didasari akan kenyataan bahwa alkohol bukanlah budaya masyarakat di sini, tak seperti di negara-negara tersebut yang menjadikan alkohol sebagai konsumsi harian sebagian besar warganya.
Di antara negara-negara tersebut, ada 34 negara yang memiliki ketentuan hukum soal drunk driving atau berkendara saat mabuk. Aturan itu didasari oleh konsentrasi alkohol darah atau blood alcohol concentration (BAC).
BAC digunakan untuk menentukan apakah seseorang mabuk ringan, mabuk sedang, atau mabuk berat. Pada tingkat 0,05 persen, seseorang menjadi terganggu dalam mengambil keputusan. Seseorang dengan kadar BAC 0,05 persen akan kesulitan mengendalikan emosi. Itu sebabnya, di kadar ini, seseorang dianggap berbahaya untuk mengemudi.
Indonesia tidak memiliki aturan terkait limit BAC. Dalam data WHO, Indonesia adalah satu dari enam negara yang tak punya batasan BAC. Namun, jika ada pengemudi yang ditemukan di bawah pengaruh alkohol, tidak peduli berapa pun kadar BAC-nya, mereka akan berurusan dengan polisi dan mempertanggungjawabkan akibat dari bahaya alkohol yang ditimbulkannya.
Reply




Users browsing this thread: 1 Guest(s)

About Ziuma

ziuma - forum diskusi dan komunitas online. disini kamu bisa berdiskusi, berbagi informasi dan membentuk komunitas secara online. Bisa juga berdiskusi dengan sesama webmaster/blogger. forum ini berbasis mybb

              Quick Links

              User Links

             powered by