Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Antibiotik Alami Untuk Mengatasi Infeksi Akibat Bakteri
#1
Pengertian Antibiotik Alami
Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi karena bakteri. Meski bermanfaat, penggunaan antibiotik dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan efek samping dan resistensi antibiotik. Oleh karena itu, banyak orang yang kini justru beralih menggunakan antibiotik alami untuk pengobatan.
Antibiotik alami adalah rempah-rempah dan tumbuhan yang tersedia dan mudah ditemukan. Antibiotik alami juga memiliki khasiat menekan penyebaran bakteri yang tidak diinginkan. Banyak orang yang meyakini bahwa penggunaan antibiotik alami dapat bermanfaat untuk mengatasi infeksi tanpa menyebabkan banyak efek samping, jika dibandingkan dengan menggunakan antibiotik biasa. 

Meski begitu, sebagian besar pengobatan dengan menggunakan antibiotik alami belum diuji secara menyeluruh. Namun, beberapa antibiotik alami menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam tinjauan medis sehingga penelitian lebih lanjut perlu untuk dilakukan.


[Image: 6-jenis-antibiotik-alami-yang-mudah-dite...798632.jpg]


Bahan dan Jenis Antibiotik Alami
1. Bawang Putih
Bawang putih memiliki kandungan senyawa yaitu allicin yang memiliki fungsi sebagai antimikroba. Allicin merupakan senyawa paling aktif dalam bawang putih yang efektif mengatasi bakteri MRS (Multidrug Resistance Strains). Allicin juga menghambat pembentukan biofilm yang merupakan salah satu mekanisme pertahanan bakteri dan jamur. 
Bawang putih juga memiliki senyawa kimia yang disebut ajoene yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi karena jamur seperti kutu air. Senyawa ini juga dapat membasmi bakteri dengan memblokir enzim yang berperan vital untuk produksi energi dan pembentukan struktur sel bakteri.

2. Paprika
Paprika memiliki senyawa yang bersifat antibakteri yang dapat membantu menghilangkan mikroba dari tubuh. Senyawa capsaicin yang terkandung dalam paprika membantu menurunkan pH lambung sehingga dapat mencegah pertumbuhan bakteri berbahaya. Senyawa lain yang ada dalam paprika seperti quercetin, kaempferol dan asam caffeic bermanfaat mengeraskan lapisan luar bakteri sehingga menghalangi bakteri mendapatkan energi.

3. Kayu Manis
Kayu manis bermanfaat sebagai antibiotik alami karena memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi. Kayu manis mengandung senyawa cinnameldehyde dan eugenol yang dapat mengatasi infeksi akibat bakteri dan virus. Kayu manis juga dapat mengobati maag, dan infeksi jamur pada kulit seperti kandidiasis.
Meski begitu, sebaiknya sebelum menggunakan kayu manis untuk pengobatan, lebih baik berkonsultasi kepada dokter. Hal ini karena kayu manis memiliki interaksi tertentu dengan obat-obatan.

4. Kunyit
Kunyit mengandung kurkumin yang efektif mengobati infeksi saluran kemih (ISK) karena memiliki kemampuan mengurangi aktivitas mikroba penyebab infeksi. Kandungan kurkumin pada kunyit juga bermanfaat untuk mengobati radang perut karena berfungsi sebagai senyawa anti-inflamasi.

5. Serai
Senyawa citral alpha dan citral beta pada serai diyakini dapat memblokir bakteri spektrum luas. Minyak serai juga membantu mengatasi bakteri Staphylococcus, Salmonella dan E. coli tanpa menimbulkan banyak efek samping.

6. Cengkeh
Cengkeh memiliki senyawa eugenol yang memberikan sifat antibakteri yang menjadikannya sebagai salah satu bahan antibiotik alami. Sebagai antibiotik alami, cengkeh bekerja dengan merusak lapisan penutup sel bakteri sehingga menghalangi produksi protein dan DNA yang berakibat fatal bagi kelangsungan hidup bakteri.

7. Rosemary
Rosemary memiliki sifat antivirus, antibakteri dan antijamur yang sangat baik sehingga sangat bermanfaat untuk dikonsumsi manusia.
Rosemary kaya akan senyawa seperti alpha-pinene, camphene, alpha-terpineol, 1 dan 8 cineole dan borneol. Senyawa ini diyakini sangat efektif untuk mengobati infeksi virus dan kanker. 
Rosemary juga dapat mengobati infeksi akibat Salmonella dan Staphylococcus serta sangat baik melawan bakteri yang memiliki mekanisme quorum sensing

8. Thyme
Minyak thyme yang diekstraksi dapat mengobati penyakit yang diakibatkan oleh bakteri E. coli dan Pseudomonas aeruginosa. Minyak thyme juga secara aktif mencegah bakteri membentuk mekanisme quorum sensing

9. Jahe
Sifat antimikroba dari jahe telah lama dimanfaatkan untuk pengobatan secara alami dan rumahan. Jahe diketahui memiliki senyawa seperti gingerdiol, gingerol, terpenoid, shogaol, zerumbone, zingerone dan flavonoid yang memberikan jahe sifat antimikroba untuk mencegah bakteri membentuk biofilm. Rutin mengonsumsi jahe dapat mengurangi pertumbuhan bakteri Helicobacter pylori yang sering tumbuh di lambung dan menormalkan produksi asam lambung.
Beberapa senyawa dalam jahe juga efektif untuk melawan beberapa strain bakteri tertentu yang menyebabkan penyakit gusi.

10. Madu Manuka
Madu Manuka mengandung senyawa methlglyoxal yang memiliki sifat antimikroba yang sangat baik. Madu juga mengandung berbagai senyawa seperti propolis yang kaya akan kandungan flavonoid, ester dan asam fenolat yang aktif untuk meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan infeksi.
Madu Manuka juga mengandung enzim seperti glukosa oksidase yang mampu mengubah senyawa glukosa menjadi hidrogen peroksida untuk mengurangi infeksi.
Sebuah penelitian pada tahun 2011 juga menyebutkan bahwa madu dapat menghambat pertumbuhan 60 jenis bakteri. Bahkan madu juga bisa mengobati luka akibat infeksi Staphylococcus aureus (MRSA) yang resisten terhadap methicillin.

11. Echinacea
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Biomedicine and Biotechnology melaporkan bahwa ekstrak Echinacea purpurea dapat membunuh berbagai jenis bakteri seperti Streptococcus pyogenes yang diketahui dapat menyebabkan radang tenggorokan.

12. Oregano
Minyak esensial oregano mengandung carvacrol yang memiliki sifat terapeutik yang mempercepat proses penyembuhan dalam tubuh saat dihirup. Minyak oregano juga terbukti dapat menyembukan tukak lambung dan mengurangi peradangan.

Dengan adanya antibiotik alami, maka Anda dapat menggunakannya untuk proses pengobatan karena mudah untuk ditemukan. Meski begitu, label alami yang melekat pada bahan-bahan tersebut tidak berarti bebas dari efek samping. Agar lebih jelas, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu jika ingin menggunakan antibiotik alami dalam pengobatan yang sedang Anda jalani.
Reply




Users browsing this thread: 1 Guest(s)

About Ziuma

ziuma - forum diskusi dan komunitas online. disini kamu bisa berdiskusi, berbagi informasi dan membentuk komunitas secara online. Bisa juga berdiskusi dengan sesama webmaster/blogger. forum ini berbasis mybb

              Quick Links

              User Links

             powered by