Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
15 Hal yang Tak Disangka-sangka Bisa Menyebabkan Bad Mood Kita
#1
15 Hal yang Tak Disangka-sangka Bisa Menyebabkan Bad Mood Kita
 
Daku rasa, mayoritas dari kita – lelaki atau perempuan – pernah mengalaminya. Mungkin ada yang tidak terlalu ambil pusing, mengingat suasana yang buruk bisa perlahan surut. Ada yang cepat, ada juga yang lambat. Tak tentu.
Tetapi kita tak benar-benar berada dalam kondisi gawat apabila tahu penyebab moodytersebut. Dalang di balik keadaan hati yang drop itu biasanya tak jauh dari kegagalan, penolakan, penyesalan, rasa bersalah, cemburu, dsb. Paling tidak, kita bisa segera mencari jalan untuk mengatasinya.
Lain lagi kalau kita merasa ujug-ujug bad mood. Nah, mau minum obat apa kalau kita sendiri tak tahu penyakitnya? Huhu…
Tanpa sadar, kadang ada beberapa hal yang mungkin dianggap sepele, tapi efeknya sama-sekali tak bisa diremehkan. Atau dengan kata lain, ada beberapa hal yang mungkin dianggap remeh, tapi efeknya sama-sekali tak bisa disepelekan. Hehe… pemborosan. Mohon maaf.
Nah, apa saja? Jom!
 
1. Lapar
Hal yang satu ini kadang-kadang tak disadari ternyata bisa bikin good mood jadi anjlok. Lapar tak hanya membuat perut keroncongan, tapi badan begitu lelah dan kondisi hati mulai tak berenergi. Daripada kondisi ini membuat kita jadi moody, segera penuhi hak tubuh untuk diisi.
 
2.Capek atau Kepanasan
Senada dengan lapar, rasa penat dan gerah juga mengusik suasana hati. Jadi mood swings, begitu. Tak hanya bayi atau anak-anak, orang dewasa pun bisa terkena dampak dari rasa lelah. Kita jadi mudah marah, dongkol, kesal, dan pokoknya enggak stabil.
 
3. Mengetahui Kabar Buruk
Tentu saja, kabar buruk menjadi sesuatu yang selalu berhasil merusak hari kita. Namun kabar tersebut tak melulu musti berkaitan dengan diri sendiri atau orang-orang terdekat. Berita-berita di media massa saja kadang membuat kita mendadak jadi jengkel. Tentang koruptor yang divonis ringan, pemerkosa yang divonis ringan, pelaku tabrak lari yang tak tertangkap, penumpang moda transportasi yang terlantar, pembunuhan, mutilasi, dsb.
4. Sedang Bersama dengan “Orang Negatif”
Melihat orang nguap, kita jadi ikutan nguap. Melihat orang tertawa, kita jadi terbawa ikut tertawa. Demikian juga ketika dekat dengan sosok yang negatif, hal-hal positif dalam diri perlahan ikut pergi. Apalagi, kabarnya penularan emosi negatif memang lebih agresif.
 
5. Tiba-tiba Merasa Minder atau Rendah Diri
Di tengah hari-hari kita yang penuh dengan rasa percaya diri, pernah kita tiba-tiba merasa drop? Dalam suatu waktu tertentu timbul perasaan kalau kita kalah keren, hasil belajar kita buruk, pekerjaan kita payah, atau kehidupan kita tidak seru. Di saat seperti itu, mungkin kita tengah lupa bagaimana baiknya mengapresiasi sesuatu yang sudah dianugerahkan.
 
6. Stalking di Media Sosial
Di jagat dunia maya, kita bisa menyaksikan aneka akun dengan segala hal yang merekasharing. Ada yang membagikan keluhan, kemalangan, atau sesuatu yang menyedihkan. Namun mayoritas dari mereka mengumbar sisi yang menyenangkan, mengagumkan,kece, dan menuai perhatian.
Tanpa disadari kadang suasana hati kita yang semula baik-baik saja tiba-tiba merasa tak enak. Misalnya dengan melihat hasil selfie orang yang lebih bagus, edit poto atau kemampuan photoshop orang yang lebih lihai, status orang yang lebih ramai jempol atau komentar, koleksi poto tempat atau makanan yang pernah dijajal orang ternyata lebih keren, update-an orang yang terlihat bahagia (dan bahagianya bukan karena kita), dsb.
 
7. Ketidakrapihan
Siapa yang tak ingin menjerit ketika masuk kamar sendiri, namun segala sesuatu di dalamnya tidak rapi? Begitu masuk, niat awalnya kita ingin segera terbaring istirahat. Namun apa daya, ternyata spreinya dipenuhi remah-remah. Belum lagi kertas di mana-mana, pakaian kotor numpuk, sisa kopi tumpah mulai dikerumuni massa (semut), dsb. Pemandangan itu membuat kita tersudut, kalau ternyata masih banyak hal yang belum diselesaikan. Kalau ternyata, kita belum bisa beristirahat dengan tenang sampai semuanya terkoordinir sesuai keinginan.
8. Merasa Bersalah/ Enggak Enak Hati
Dampak dari tak enak hati juga tak bisa disepelekan begitu saja. Kadang kita sampai tak tenang untuk makan, tidur, atau bepergian ke manapun sampai rasa bersalah itu terobati. Entah itu karena sudah merepotkan seseorang, lupa mengucapkan selamat ulang tahun, lupa datang ke undangannya, dsb.
9. Merasa Terasingkan
Di kemajuan zaman seperti sekarang, tanpa sadar kadang kita jadi lebay. Kuota habis atau mati lampu saja, kita langsung menjelma jadi drama queen. Diri ini merasa terisolasi, tak tahu trending topic di dunia, tak bisa ngeblog/ bercengkerama dengan pembaca, atau tak bisa berkomunikasi dengan orang yang lebih luas.
 
Tak ayal, internet perlahan bagai kebutuhan pokok tersendiri. Apalagi kalau kita memang orang yang gemar bersosialisasi. Tak ada interaksi saja sudah bikin kita jengah. Namun hikmahnya, kita bisa kembali “ke pangkuan” orang-orang sekitar. Jika memang kuota habis atau tak tahu password wifi tetangga, tak ada salahnya untuk memperbaiki komunikasi dengan orang-orang terdekat, bermain dengan hewan peliharaan, atau kembali “ngobrol” dengan tumbuhan di belakang.
 
10. Begadang
Entah kenapa, ada sebagian orang yang begitu bangga karena dirinya “terlihat insomnia”. suka tidur larut malam, tapi begitu tiba pagi, dirinya begitu sulit dibangunkan. Seringkali, ia bahkan menggerutu dan ngamuk-ngamuk ketika alarmnya berdering. Entah alarm smartphone atau berupa gertakan orang tua. Hal ini sebenarnya wajar, sebab dia memang tidak memiliki masa rehat yang semestinya. Diri jadi begitu depresi. Salah siapa? Bisa tanyakan langsung ke orangnya, ya.
 
11. Slow Response atau No Response
Menunggu lama dan penolakan berpeluang besar untuk menyakiti hati sendiri. Tanda “D” di bbm, tanda “dilihat” di inbox facebook tapi belum dibalas, telepon yang tak diangkat, sms terkirim yang tak dibalas, atau postingan yang tak ada tanda like dan komennya memang bisa bikin dongkol. Lebih lagi jika kita memang tengah menanti-nanti responsnya. Hal ini bisa mengusik emosi hati.
 
12. Menolak Godaan atau Justeru Menyerah dengan Mudah
Ada satu waktu di mana kita memiliki uang lebih, lalu hadir sesuatu yang sangat menggoda. Tas, sepatu, merchandise band favorit, makanan, atau apa saja. Kita mampu membelinya, tapi di sisi lain ada yang menahannya lantaran kita memiliki kebutuhan lain yang lebih urgent. Sesudah melewati masa sulit itu, kita memang “lolos” dari ujian, tapi juga menghadapi perasaan yang tak mudah sebab sudah melewatkan sesuatu yang menggiurkan.
Sebaliknya kalau kita terlalu mudah menyerah. Misalnya ketika ada teman yang ngajak bolos kerja dan malah pergi jalan-jalan. Ketika agenda itu berlangsung memang menyenangkan. Namun begitu pulang ke rumah, rasanya kita pengin nampar diri sendiri karena begitu lembeknya terjatuh pada godaan.
13. Kekalahan Pihak Lain
Orang sering menghibur kalau kekalahan itu adalah hal wajar dalam suatu kompetisi. Yang kalah bisa jadi menang kalau berhasil menggali sesuatu untuk kemudian dipelajari. Namun tetap saja, sulit merasa senang dan enak ketika kita kalah. Baik itu diri kita sendiri, tim olahraga favorit yang dikalahkan rivalnya, idola favorit yang hanya masuk nominasi suatu awards, dsb. Semuanya tanpa sadar membuat mood jadi keruh.
 
14. Gangguan yang Dianggap Sepele
Daku kadang merasa lucu ketika keponakan berusia 3 tahunan sampai ngomel-ngomel, dan bahkan nangis ketika mainan yang tengah ia operasikan tak bekerja dengan baik.Mood bermainnya pasti langsung runtuh. Namun siapa sangka, gangguan kecil semacam itu juga bisa melanda orang dewasa. Kita kadang terperangkap dalam rasa jengkel karena lupa menaruh sesuatu, baterai smartphone melemah, hampir tersandung kabel yang semrawut, angkot yang ngetem, dsb.
 
15. Suara-suara
Apakah Bro-Sist tipikal orang yang mudah ter-distract oleh suara-suara? Entah itu musik yang tidak disukai, omongan seseorang, gonggongan anjing, klakson, kentut, atau sekadar suara orang yang makan kerupuk. Semua jenis suara yang kehadirannya tidak diharapkan itu bisa jadi memengaruhi keadaan emosi. Lebih lagi kalau kita tengah memerlukan daya fokus super tinggi. Tentu sebisa mungkin kita musti mencari spot yang sunyi sepi.
 
Bad mood bisa melanda siapa saja. Mendadak pengin ditinggal sendirian, nasihat baik pengin dihiraukan, dan merasa semua orang tercipta dengan begitu menyebalkan. Haha… Kita sudah merasakannya, kita juga mustinya tahu bagaimana cara menghadapi orang yang tengah moody begitu. Hehe…
Tak mudah, memang. Namun semoga suasana hati siapapun yang tengah buruk bisa segera membaik, ya. Aamiin…
[Image: bad_mood.jpg]

pasang iklan baris cepat dan tepat
http://www.tokobale.com


#2
mantab infonya... jadi lebih banyak tau saya sekarng.....
Solusi dan cara untuk percaya diri dengan metode hipnoterapi
#3
betul sekali gan ... kalau mengikuti trend di sosial media yah gak ada habisnya yang ada malah jadi iri dengki ...
#4
sangat betul sekali ,namanya juga manusia pasti punya rasa iri
#5
bad mood memang gk bisa di tebak kapan datangnya
#6
Bad mood itu: "Ketika akhir bulan, penjualan menurun dari bulan lalu, dan akhirnya kena omelan bos"
Kayak gitu tuh, maklum pemikiran salesman emang begitu, ane sales atap pvc di Jakarta gan
Kenal apa itu atap pvc dari kerjaan saya yang sekarang, yaitu sebagai salesman atap pvc di Jakarta
#7
mood itu emang gk bisa di tebak datangnya tapi mood bisa ilang ketika gajian sudah cair




Users browsing this thread: 1 Guest(s)

About Ziuma

ziuma - forum diskusi dan komunitas online. disini kamu bisa berdiskusi, berbagi informasi dan membentuk komunitas secara online. Bisa juga berdiskusi dengan sesama webmaster/blogger. forum ini berbasis mybb

              Quick Links

              User Links

             powered by