Kunci Sukses dalam Ternak Sapi Potong




 
#1

[Image: Peluang_Usaha_Ternak_Sapi_dan_Analisa_Us...esin_1.jpg]



Negara Indonesia ialah salah satu Negara dengan kepadatan masyarakat paling banyak di seluruh dunia. Dengan populasi masyarakat yang sedemikian besar tersebut yaitu ada di urutan no. 4 di dunia setelah Negara india, tiongkok, amerika serikat, tentunya membutuhkan kebutuhan makanan dengan jumlah tidak sedikit.

Salah satunya permintaan pasar akan daging sapi potong untuk diolah menjadi makanan. Menurut data dari badan pusat statistik konsumsi daging di Indonesia, kebutuhan akan masyarakat dengan daging sapi pototng sangat tinggi sesuai jumlah penduduk yang sangat besar. Apalagi pada waktu menjelang hari raya lebaran atau idul fitri.
Akan tetapi berdasarkan fakta tersebut, ternyata permintaan yang cukup tinggi terhadap sapi potong di masyarakat kita tidak diimbangi dengan produksi daging sapi yang seimbang. Hingga sekarang ini pasokan daging sapi untuk kebutuhan masyarakat di dalam negeri masih bisa dibilang belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.

Apalagi untuk dapat melakukan ekspor, maka dari itu pemerintah kita sering mengimport sapi dari Negara india, Australia dan Negara lainya untuk dapat memenuhi permintaan daging di dalam negeri. Padahal kalau ingin ditekuni, Indonesia sendiri masih sanggup untuk memenuhi keperluan sapi dalam negeri yaitu dengan menggalakan peternak sapi yang berada di wilayah tertentu dengan didukung usaha ternak sapi secara modern.

Berdasar fakta lapangan tersebut, maka akan mendatangkan suatu peluang usaha baru yang sangat bagus dan bisa mendatangkan keuntungan yang besar. Yaitu usaha ternak penggemukan sapi potong per keluarga bagi para pemula sebagai bisnis sampingan ataupun sebagai bisnis primer. Selain dapat mendatangkan profit yang sangat besar bagi para pelaku usaha, bisnis ternak sapi dengan cara tiap rumah juga mampu meringankan pemerintah dalam kegiatan swasembada sapi potong.

Usaha peternakan sapi untuk pemula

Di beberapa tempat semisal jawa barat, jawa timur serta jawa tengah dan daerah lain di Indonesia terutama wilayah perdesaan sudah cukup sering kita temukan peternakan sapi potong maupun sapi pedaging dengan cara tradisional. Setiap rumah memiliki bisnis ternak sapi yang dibuat di sekitar tempat tingga masing masing. Meskipun dilakukan secara sampingan akan tetapi hal tersebut sudah sangat membantu keuangan peternak setempat. Sedangkan untuk pemberian makanan sapi ternak tidaklah sulit diperoleh dilokasi tersebut.

Di daerah jawa barat semisal sumedang kec. tanjung medar desa jingkrang tergolong dalam area pusat peterakan sapi potong dengan skala kecil-kecilan tetapi dengan jumlah banyak. Di tempat tersebut setiap penduduk mempunyai usaha budaidaya sapi. Dimulai dari sapi yang berjumlah 1 ekor higga yang berjumlah 10 ekor. Akan tetapi cara peternakanya dilakukan secara tradisional, dalam memberikan makanan kepada sapi masih bersifat alami. Tidak menggunakan peralatan serta pemberian pakan sapi yang terbaru yang dapat lebih awet dan lebih tahan lama.

Salah satu penduduk yang merupakan seorang peternak sapi berskala kecil-kecilan, ia memiliki satu ekor sapi, 6 ekor kambing dan 2 ekor domba. Kandang ternak sapi nya terbuat dari tatanan kayu alakadarnya dan didirikan disekitar rumahnya. Setiap hari hewan ternaknya tersebut selalu diberi pakan rumput pada pagi hari dan sore hari. Hal ini sudah ia lakukan sejak lama dan bisnis ternak sapinya tersebut dapat membiayai hidup anak-anak serta istrinya setiap harinya.

Rincian modal usaha sapi pada tahap awal

alam mengawali usaha ternak sapi, anda harus menyediakan modal yang cukup banyak untuk membeli bibit sapi yang baik. Dengan kisaran harga 8 juta per ekornya. Dalam waktu 6 bulan pengelolaan sapi tersebut akan mengalami penaikan menjadi 14 juta per ekornya. Jadi jika dihitung dalam waktu 6 bulan, bisnis peternakan sapi mampu mendatangkan keuntungan bersih sebesar 6 juta per ekor sapi potong. Apabila setiap keluarga berternak 3 hingga 4 ekor sapi ataupun lebih banyak tentu penghasilan mereka akan menjadi lebih besar lagi.
Tinggal dikalikan saja keuntungan 6jt tadi dengan banyaknya ternak sapi yang diternak selama 6 bulan waktu pemeliharaan. Bisnis ternak sapi rumahan akan mulai naik dan meningkat dengan signifikan pada momen khusus. Misalnya menjelang memasuki idul fitri. Yangmana banyak orang sangat membutuhkan daging sapi pada waktu tersebut untuk diolah menjadi makanan.

Simpelnya, jika anda hendak membuka usaha peternakan sapi potong yang modern, professional serta mampu mendatangkan keuntungan yang cukup besar, maka rincian modal bisnis ternak sapi tersebut akan semakin besar ketimbang bisnis ternak sapi dengan skala rumahan, dari mulai pembuatan kandang sapi yang cukup besar dengan biaya sekitar 10jt, peralatan serta pelengkap kandang sekitar 400 ribu, bibit sapi yang bagus per ekornya kurang lebih hanya 8 jt, anggaran makanan sapi berupa konsentrat 500 rb, upah karyawan sebesar 6 juta selama 6 bulan.
Dalam waktu 6 bulan, bisnis ternak sapi yang dilakukan dengan cara modern dapat menghasilkan keuntungan hingga 60 juta.

Untuk memperbesar profit tentuya akan diperlukan anggaran modal yang lebih besar pula atau modal tambahan. Maka dari itu, anda bisa melakukan kerjasama dengan seorang pemodal atau inverstor atau melakukan peminjaman modal usaha kepada Bank Syariah yang berada disekitar, dengan mengajukan proposal bisnis peternakan sapi yang telah anda jalani tersebut. Setelah dicek oleh pihak surveyor lembaga keungan. Maka setelah itu anda baru akan diberi pinjaman modal dengan jumlah yang anda butuhkan. Dengan begitu anda bisa membeli bibit sapi dengan kualitas bagus untuk diternak serta dikelola supaya dapat menambah profit yang lebih besar.




Reply


           


Users browsing this thread:
1 Guest(s)


  Theme © 2014 iAndrew  
Powered By MyBB, © 2002-2017 MyBB Group.